Tuesday, May 10, 2011

Lampung dan sebuah cerita





Seandainya sebuah fellowship dapat dicapture dalam sebuah kehidupan persahabatan mungkin ceritanya akan mirip lord of the ring or apalah itu, yang jelas kita semua mencari ring (cincin) tersebut dalam mengarungi sisa hidup. Fellowship of  Na4sing4. episode persahabatan masa muda mungkinkah mengalami tahapan yang membuat rasa persahabatan itu sedikit berubah, karena harus berbagi dengan separuh cinta yang telah diketemukan. kali ini Lampung dan sebuah cerita tentang persahabatan. Mumu gegen menikah dengan Erik H. Lampung dan sebuah cerita. 7-8 Mei 2011. Ketika duo sejoli itu bersepakat untuk mengawali sebuah hidup baru, ketika dua sejoli itu bersepakat untuk menjalani hidup bersama, dan ketika duo sejoli bersama mencoba mendeskripsikan arti dan makna dari sebuah cinta secara mendalam. Menjadikan mereka berdua layaknya Pangeran William dan Kate sehari (apakah benar si erik adalah pangeran muntilan?). Pengalaman pertama naik bud Damri dan menyeberang selat malaka dengan mengunakan  kapal Ferry dimalam hari, berharap dapat melihat hujan meteor seperti yang diberitahukan oleh mbak nicknock dari sms-nya. Sepertinya saya terlalu antusias untuk menyaksikan hujan meteor tersebut walaupun hujan turun bagaikan pangeran kegelapan sedang merokok mengeluarkan asap hitam dan membuat malam yang sejatinya terang oleh bintnag menjadi kelam. Pengalaman naik kapal ferry memang berkesan dan membuktkan betapa eksisnya musik dangdut koplo di Indonesia ini ^__^. Dan segerombolan kaum urban dari tanah sumatera yang hiruk pikuk dengan gaya asli urbanisme ala band-band standar masa kini, dengan gaya rambut yang menutupi muka dan beberapa accesoris yang menurut saya tidak penting dan terlihat aneh di pelupuk mata plus dibumbui pergaulan anak muda jaman sekarang, rasa malu yang telah terabaikan, dibawah hembusan  asap rokok pangeran kegelapan dan udara dingin yang menerkam suhu dalam tubuh. Sepertinya saya mabuk laut, dan obat herbal terstandar saat ini telah berhasil menjaga saya dari serangan mabuk laut. Miniatur kehidupan indonesia, selalu saja seperti itu, dimana ada kelas ekonomi disitulah tempat yang tepat untuk mempelajari kehidupan sosial di Indonesia. lampung punya cerita, ketika jarak yang sedikit terasa antara stasiun gambir dan stasiun Tanjung karang. First Impression when coming to Lampung : Kota tapi ndeso, suhu panas yang dipengaruhi oleh lautan dan yang paling mencolok adalah sebuah lambang yang dinamakan siger, seperti gambar diatas.
Saya juga tak terlalu mengerti apa maksud siger tersebut, yang jelas secara sekilas tidak jauh beda dengan kehidupan orang di pulau jawa dan sekitarnya, dan seperti dugaan saya banyak orang jawa yang menetap disitu. banyak hal-hal unik yang ditemui apalagi ketika di malam hari, ketika Sang Pria selesai mengucapkan sumpah setianya kepada pujaan hati, perlahan terbuka renda-renda kehidupan yang siap menyongsong kedua mempelai tersebut. Hal yang biasa dilakukan Fellowship Na4sing4 adalah mencari kain batik yang menjadi salah satu produk kerajinan tangan daerah tersebut dan sekali lagi motif batik lampung di dominasi lambang siger. Beli oleh-oleh sudah menjadi trademark, keripik pisang rasa coklat, susu, keju dan strawbery (recomended). malam hari , mungkin ketika malam minggu banyak pemuda pemudi yang berkeliaran, si pemuda merubah dirinya menjadi anak motor dan kongkow-kongkow bareng bersama genk-nya yang malah saya kira tukang ojek ^_____^V untung gak jadi nanya. Seperti kata Akiz, tiap perjalanan ada esensinya dan itulah yang saya coba ceritakan. Selamat mendeskripsikan cinta lebih luas lagi buat Geniza Rhimadhona dan Erik Hermawan, long life and happily ever after.
 Dan saatnya narsis heehehehe


No comments: