Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Friday, August 16, 2013

Jangan Sampai "Kepaten Obor"

            Silaturahim secara bahasa berasal dari dua kata yaitu silah (hubungan) dan Rahim (Rahim perempuan)yang mempunyai arti Hubungan nasab, sebagaimana ayat diatas kata al-Arham (rahim) diartikan sebagai Silaturahim. Namun pada hakikatnya silaturahim bukanlah sekedar hubungan nasab, namun lebih jauh dari itu hubungan sesama muslim merupakan bagian dari silaturrahim, sehingga Allah mengibarat kan umat Islam bagaikan satu tubuh Sebagaimana firman Allah :

 "Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." 
(Al-Hujurat[ 49] :10).

        Silaturahim , kosakata yang selalu akrab setiap tahunnya, setidaknya kita melakukannya setahun sekali secara otomatis. Idul Fitri memang dirancang dari sananya untuk kita agar menjadi orang yang pemaaf kepada siapapun tanpa terkecuali, termasuk orang yang paling kita benci sekalipun. Orang yang jahat dengan kita dan orang yang hasut dengan kita. pastilah kita temui orang-orang dengan tipe seperti itu baik dilingkungan keluarga, kolega, pertemanan dan lingkungan sekolah, kerja dan lain-lain. Momentum peleburan dosa terhadap sesama, terkadang kita dengan sadar maupun tidak sadar melakukan perbuatan yang disadari ataupun tidak menyakiti hati dan perasaan ornag lain. Contoh sederhana adalah ngomongin temen, dalam kondisi apapun bergosip ria itu sangat mungkin dilakukan oleh berbagai kalangan apalagi di dunia kerja. Itu si Anu katanya sama si anu dsb, yang terkadang dan sering kita jumpai berujung pada fitnah dan negatif imaging terhadap orang tersebut. Saling mencela dan mengolok-olok serta menghina-dinakan saudara kita. Momen Idul Fitri inilah kita diajak dan difasilitasi mengurai semua dosa yang telah kita buat terhadap sesama manusia di dunia ini.Hikmah yang saya dapat pada lebaran Idul Fitri 1434H kali ini adalah : pentingnya silaturahim dalam mempererat persaudaraan, jangan sampai kepaten obor apalagi dengan sanak Saudara yang "mungkin" kita jumpai dan kita kunjungi hanya setahun sekali di momentum seperti idul fitri ini. Meskipun terkadang jarak yang memeisahkan antara rumah sanak saudara kita itu dekat, berkunjung dan bersilaturahim itu sangat jarang dilakukan ketika urusan dunia telah melenakan kita semua.Meskipun panas matahari menyengat menjalin dan mempererat tali silaturahim itu bermanfaat bagi kita semua, memperpanjang umur, menambah rezeki dsb.Seperti yang tertuang dalam al-quran sbb :

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim (Arham). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (QS. An-Nisa[4]:1)

Rasulullah saw bersabda " Barang siapa hendak diperluas Rizkynya dan diperpanjang umurnya maka hendaklah ia bersilaturahim " HR Bukhari dan Muslim diriwayatkan oleh Abu Hurairrah.
 
Mengambil pepatah jawa "jangan sampai kepaten obor"
Jika kita bersilaturahim berarti kita telah memanjangkan usia dan mendekatkan pada rizky yang telah Allah sediakan. Melaui tulisan ini saya mengajak kepada para blogger janganlah mentang-mentang sudah kaya, sudah sukses, sudah keren jadi melupakan kerabat kita, sanak saudara kita yang mungkin tanpa kita sadari mendoakan kita sehari-hari mereka.Melalui kesempatan ini saya mengucapkan :  
Mohon maaf lahir dan bathin, maafkan jika ada kesalahan dalam perbuatan, kata-kata atau apapun yang sekiranya menyinggung hati Selamat Lebaran, semoga kita kembali fitrah, bersih dan penuh dengan berkah Allah

 



sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, September 12, 2012

Soft Colonialism

 
“ Bahwa kemerdekaan sesunguhnya adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan “ masih ingatkah dengan alinea pertama UUD 1945. Kemerdekaan memang hak dari semua bangsa dan harus dihapuskan, tapi apakah bangsa yang berkuasa itu rela?

            Maaf sebelumnya, karena itu pertanyaan yang mengilitik dalam diri saya, Ketika orang berkuasa atas segala sesuatu terus hilang begitu saja apakah mereka rela? Tentu saja jawabannya tidak. Naluriah sebagai manusia, pasti tidak rela. Dengan di deklarasikannya penghapusan penjajahan diatas dunia karena melanggar Hak Asassi manusia.maka munculah beberapa cara untuk menguasai bangsa tersebut secara sistemik dan halus atau yang lebih enak saya sebut dengan soft colonialsm atau penjajahan secara halus. Ketika menajajar secara blak-blak-an terbentur oleh beberapa deklarasi yang telah disepakati , tak mungkin lah Negara adidaya menelan ludah kembali, terbatasi secara formal lebih tepatnya. Namun secara informal, mereka pastinya ingin menguasai selalu, apalagi wilayah itu terlalu seksi untuk dibiarkan dikuasai oleh pribumi maupun yang lain. Maka berbagai carapun digunakan untuk menjaga eksistensi “kekuasaan” di wilayah ini. 
          Kepentingan akan banyaknya harta yang terpendam, membuat mereka Negara adidaya tersebut berusah mengelak dari konsesi maupun deklarasi yang mereka sepakati, pengelakan secara terang-terangan akan memicu banyak protes dari semua Negara di dunia, dan salah satu solusinya adalah dengan penjajahan secara halus. Dalam Artian tidak keluar jauh dari tujuan mereka namun tetap menguasai baik dari sistem maupun orang-orangnya. Banyak cara yang dilakukan, mulai dari pemberian umpan dalam bentuk bantuan yang akhirnya mengikat dan membuat suatu bangsa terlilit dan merasa punya hitang kepada Negara adikuas tersebut. Jika saya melihat dari persepsi saya sendiri, soft colonialism ini telah mengurita dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari sistem ekonomi maupun hubungan diplomatis bangsa yang menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang mencekik bangsa sendiri walaupun disadari namun tersandera oleh strategy neo colonialism semacam soft coloniaalism ini. Penjajahan bentuk baru sebenanya lebih kejam, karena kita tersandera seumur hidup kita.Terbelenggu oleh sistem yang mengalahkan sistem kita. Dengan alas an dibuat standar  dengan rule of the game yang ada. Jika tidak mengikuti standar, maka dalam peta percaturan dunia kita tidak dianggap. Jadilah kita bangsa yang merdeka namun tidak merdeka seutuhnya.


* ketika kopi saya habis


sometimes a question more powerfull than answer

Friday, June 15, 2012

Bukan Pencitraan



             Semenjak mengikuti twit dengan anonim @triomacan2000 pandangan negatif terhadap bangsa ini semakin menjadi dan menyuburkan rasa buruk sangka terhadap bangsa sendiri. Bukan menambah semakin benci namun menguatkan rasa apatis. Kasus demi kasus yang muncul di tutup dengan isu-isu baru, kadang penting kadang tidak. Percaya deh Topik yang sedang populer akhir-akhir ini adalah korupsi, apalagi yang menyenggol kata pajak di dalamnya so seksi untuk diberitakan, bikin rating naik dan mengalahkan infotaiment yang sedang hot-hotnya membicarakan kepalsuan mister Bean KW sekian. Korupsi memang kosakata yang populer, diusung ketika era reformasi  dan membahana di bumi Indonesia ini. Tanah Air yang ibarat kekasih kini sedang tak mendominasi rasa cinta di hati. Jujur perasaan Apatis kini sedang tumbuh subur dalam diri. bertanya kemanapun jawabannya tetap, googling dengan kata kunci Indonesia pun yang terkenal hanya hal negatif. Dimana kah kau hal posistif yang kutemukan dalam diri Bumi Indonesia?. Jika menyenggol kata pajak dengan dikombinasikan dengan kata Korupsi akan menjadi kolaborasi yang menarik animo masyarakat Indonesia. Melupakan serial sinetron yang semakin membodohkan masyarakat dan mulai menyerap berita demi bahan sebuah gosip jalanan, bahan untuk sosialisasi sesama. Karena boleh jujur, mayoritas manusia Indonesia Benci dengan kecurangan. Siapa yang mau dicurangi dalam hidup ini?.
            Dari era GT, DW sampai yang terbaru TH. Untuk inisial yang terakhir saya kenal sekali dengan oknum tersebut, karena dia mantan bos saya sewaktu dan dalam ingatan saya pernah sekali ditraktir makan sama dia karena sewaktu mau bayar dibayarin duluan.Bukan menjudge buruk ataupun baik, karena itu tak ada gunanya. TH memang pribadi yang cukup unik. Cukup satu kalimat itu saja yang bisa mewakili siapa dia. kadang saya juga masih meragukan integritas dari diri saya sendiri.Bersikap sinis namun terkadang tidak terima ketika dikoyak karena saya yakin perubahan itu datang ketika modernisasi mulia didenggungkan. Penguasa masa lalu memang menyisakan dosa masa lalu yang harus ditanggung oleh ribuan pegawai sekarang. Mereka yang lolos mungkin berleha-leha dan terkadang denggan bangga menceritakan kisah sukses(kelam) di masa lalu,ketika si seksi terlihat sangat seksi sekali. Dibilang berjuta-juta kalipun masyarakan sudah melihat miring seperti pepatah jawa "becik ketitik,ala ketoro" dan itu akan terbawa sampai dimasa yang akan datang. Tapi sekali lagi saya katakan kita bukan seperti itu, beberapa oknum itu adalah nila dan kami adalah susu sebelangga, dan susu itu masih bertahan menjadi susu. Ini Bukan pencitraan, karena negeri ini sudah capek dibohongi oleh pencitraan. Salam jujur dari salah satu pegawai DJP di negeri ini.








sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, June 6, 2012

Idealisme yang mati

 " Jakarta bisa merubah karakter seseorang, itu hampir pasti" 
 (Vita Azizah, Skydinning semangi, rendezvous)
Quote dari seorang adik kelas, yang sungguh saya tidak bisa memungkirinya. ketika pertautan waktu dan pendapat yang dikembangkan menjadi sebuah pernyataan ang mendekati kenyataan. Kejadian seperti itu mungkin banyak, dari gaya ngomong dan sebagainya. Dari duluna yang suka makan apapun gapapa sekarang berubah, apalagi berubah menjadi seseorang yang mungkin tak kau tak mengenali dirimu sendiri




sometimes a question more powerfull than answer

Televisi Kini



Membusuklah di depan layar kaca
Dengan drama basi
Yang kau lihat stiap hari
Dan berita yang tak jelas
Tentang hidup orang lain
Yang sama skali
Bukan urusanmu
Yeah!


(TV Sampah - Bimasakti ft. Captain Jack)

            Kita itu bangsa yang Pintar tapi begitu mudahnya dibodohi oleh pihak-pihak yang punya kepentingan untuk kelangsungan kedigdayaan mereka.Banyak dari kita yang hebat dan jago ketika berbicara masalah sains, ekonomi atau disiplin ilmu lainnya, tapi hanya pintar dalam akademik bukan dalam implemtasi kehidupan sehari-hari. Bukti yang sangat sederhana adalah dalam memfilter segala macam pengaruh budaya yang negatif salah satunya disebarkan oleh yang namanya Televisi.Berita yang tak jelas, isu kecil yang digembor-gemborkan hingga melupakan isu yang lebih besar yang layak untuk diperbincangkan. Ngomongin hal-hal yang tidak penting, Jupe jambak-jambakkan sama Depe lah, ngomongin Saipul jambul yang pacaran sama si anu lah dan drama basi yang semakin menenggelamkan moral bangsa, apa lebih penting dari urusanmu sendiri?.
            Televisi kini cuman Sampah, saya setuju denganmu Captain jack. Propaganda yang berlebihan dan terkesan lebay dan mendeskreditkan Kelompok tertentu dan Saya juga yakin Liberalisasi sudah dimulai dari adanya banyaknya siaran telivisi komersial,. Perkembangan zaman yang tidak diimbangi dengan kemampuan bangsa untuk memfilter segala pengaruh negatif yang buruk. Bangsa kita ini gak punya filter, Kementerian yang menangani ini pun sudah terlambat atau lebih tepatnya sangat terlambat untuk menata ulang sistem. Tema pengaruh televisi ini pernah diangkat oleh temen saya dalam film pendeknya yang berjudul "Layar Kacau" dimana di segala lini televisi mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Dari hal kecil pergeseran budaya atau lebih tepatnya disebut sebagai krisis budaya sebagai identitas diri Bangsa Indonesia.Contoh sederhana yang banyak kita temui pemberian nama anak. Dulu orang tua akan memeberikan nama anaknya dnegan nama asli Indonesia semacam : Budi, Doni, Rudi, Wati,Linda, Novi dan  sekarang nama: Farrel, Morgan, Michael, Keisya, Keano, dan nama-nama sinetron yang lain yang lebih populer dari nama Indonesia sendiri.
          Tontonan yang harusnya jadi Tuntunan menjadi sebaliknya Budaya kita telah hancur termakan oleh liberalisasi yang terjadi, mengikis dari kalangan bawah dan atas. Saya yakin untuk jadi RI1 dinegeri ini  seorang Capres harus punya stasiun televisi atau minimal punya kolega yang punya perusahaan televisi ini, biar bisa memutarbalikkan fakta yang ada dan kita semakin terjajah, terkadang juga terjajah oleh bangsa sendiri.





sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, May 23, 2012

Dua Dapur


          Bukan nama sebuah rumah makan yang menawarkan rasa akan kerinduan. Yang terkadang mencandu lidah kita tanpa menggoda atau hanya sebuah frasa kata yang mengingatkan makna. Aku pernah berpikir, salah satu trend atau gaya hidup dari sebuah hubungan yang disebut long distance relationship yang populer dari masa kemasa. Hubungan jarak jauh yang penuh dengan intrik ketika belum dihalalkan, dan akan bertambah intrik lagi ketika disyahkan dan dihalalkan dalam sebuah ikatan pernikahan. Seolah dunia hanya semata yang patut dikejar meskipun terlalu kejam menjudge demikian. Sedangkan cinta? terlupakan oleh gemerlapnya dunia penuh dengan mimpi di kelak hari. Dan akhirnya dua dapur tercipta, dan dua asap harus selalu sama beriringan jalannya, jika salah satu berhenti maka seolah ikatan ikut tak berarti.
         Aku sebut trend, karena aku sering menemuinya, bahkan aku sendiri pernah berniat untuk mengikuti trend dua dapur ini,meskipun hanya terlintas diantara tekanan hidup sesaat. Selepas maghrib, obrolan kecil tercipta dan pertanyaan sederhana mendapatkan jawaban dari seorang teman praktisi dua dapur ini. mereka merasa berat jika harus ada dua dapur, dan berat jika harus berlangsung lama, tapi itu adalah sebuah pilihan, dan dia tahu resikonya. Jalan keluarnya ya harus move on dan tetap berharap kelak ada perubahan yang tercipta. Tentunya perubahan yang lebih baik. Lalu mengalirlah cerita diantara manusia yang saling punya masalah, diceritakan dan dibagi seolah tak kulara sendiri. Lalu berkilas balik tentang diri sendiri, dan meretas diri dengan segala keadaan ini, aku patut dan seharusnya bersyukur dengan satu dapur yang kupilih, dan tinggal meminimalkan sebuah resiko.Menjalani hidup berharap penuh dengan keberkahan, meskipun terkadang masalah ekonomi belum merasakan kemerdekaan apalagi menemui kebebasan, karena realita kehidupan terkadang tak mudah.
         Meraih mimpi juga tak semudah ceramah para upline MLM. mereka fasih berbicara tentang financial freedom, seolah mereka paling mengerti dan ahli. Dua dapur, apakah ini sebuah pilihan atau hanya sebuah trend masa kini, ketika LDR tak terjadi hanya di dunia percintaan tapi terjadi juga ketika percintaan itu mendapat pengesahan dan dihalalkan. Anda tentu cerdas dan tahu perbedaannya semudah menemukan sepuluh perbedaan dalam sebuah gambar. Pantengin dan perhatikan baik-baik, kelak pasti ketemu. semoga Dua Dapur kelak disatukan menjadi satu Dapur demi memaknai kehidupan dalam berumahtangga, aku berdoa untukmu kawan. 






sometimes a question more powerfull than answer

Friday, May 18, 2012

Negeri Rente



Berawal dari beberapa kenyataan pahit yang kadang kita temui dimana masa-masa sulit entah itu terlewati atau tidak. Banyak hal yang mudah didapat dengan berbagai rayuan dan iming-iming kenikmatan sesaat yang ujung-ujungnya menjerat leher secara perlahan. atau itukah sistem yang tercipta karena derasnya pengaruh negara adidaya? disadari apa tidak keseharian kita dipermainkan oleh kiprah para rentenir di negeri ini. Seolah menolong tapi menjerat.Jujur awalnya saya terheran, apakah ini sistemnya atau aku saja yang bodoh tak bisa menerima sistem ini. Dan para debitur dan kreditur sama-sama menikmati manisnya rente. Justru orang yang nyata-nyata punya uang dipermainkan oleh sistem yang mengkondisikan kita harus berhutang untuk mendapatkan sesuatu dengan harga yang agak murah. atau itu hanya paket atau strategi pasar untuk menjerat para korban lalu mengkondisikan dia untuk dilempar ke lembah rente. Saya sebenernya masih terheran-heran dan masih tidak habis fikir dengan sistem seperti ini, dan apakah saya juga harus mengikuti biar bisa survive. Dunia memang sudah gila, kalo tak ikut gila tak kebagian. Dari hal sepele makan, atau apapun, pemilik uang segepok akan diperlakukan beda dengan pemilik duit plastik yang nota bene adalah hutang. orang berhutang lebih diperlakukan lebih dibandingkan orang yang jelas-jelas mau membayar tunai. ah sepertinya era rente sekarang lebih bonafit dibandingkan dengan orang yang bener-bener riil punya uang. memang negeri ini sudah dikuasai oleh para rente. saya kecewa dan hanya bisa mengeluarkan uneg-uneg serasa kekeuh untuk tidak merentekan diri saya sendiri. terlalu naif memang, dan saya masih berfikir atau malah belum sampai mikirnya. Semoga negeri ini terbebas dari bunga dan riba agar lebih diberkahi. Amiin 







sometimes a question more powerfull than answer

Sunday, December 25, 2011

Era Boy&Girlband band

boyband superjunior

Setelah badai band melayu melanda perindustrian musik indonesia, seolah seperti siklus awal millenium dimana BSB dan Westlife jadi kiblat musik boyband di Indonesia saat itu, namun kita kiblat bergeser ke wilayah asia tepatnya Korea. Saking menjamurnya boy/girl band di Indonesia bahkan ada sebuah anekdot dari seorang stand up komedian Soleh Solihun yang menceritakan bahwa akhir-akhir ini kenakalan remaja memang sangat mengkhawatirkan, namun untuk era sekarang  Kekhawatiran utama orangtua terhadap anak remaja jaman sekarang jika mereka berkumpul dengan tiga sampai lima orang temannya adalah selain kekhawatiran melakukan pesta miras atau narkoba, juga kekhawatiran untuk membentuk boy/girl band ^_____^ *kaplok  .Saya bukan pemerhati musik yang intens, dan juga bukan pecinta musik indonesia sejati.Mungkin Era-nya sudah beda, jika dulu saya sangat mengidolakan DEWA19 versi vokal Ari Lasso, kini tak ada lagi pemusik yang bisa meracuni layaknya DEWA19 waktu itu.Jika diperhatikan Era Boyband yang berkiblat Korea sekarang diawali oleh menculnya grup band Sm*sh dengan syair lagunya cenat-cenut dan untuk Girlband dilaunch oleh 7icons dengan Playboy-nya, lalu mulai menjamur dengan subur. Lalu munculah boyband dengan krakter masing-masing. Ada yang imut, seksi,garang, feminim, tomboy dan lebih gila lagi ada girlband yang syariah ^_____^ karena personelnya pake jilbab semua *dooh. jaman semakin edan, dalam segala aspek harus ada embel-embel syariah. Sebenarnya itu adalah pengalihan pemikiran, umat islam dilenakan dengan kata syariah. bagi saya itu adalah pembodohan umat muslim. seolah tak memikirkan aqidah, yang dipikirkan hanya untung-untung dan untung. Tapi itulah potret kehidupan bangsa Indonesia, semuanya harus ada syariah. Tapi jujur kalo lihat Girlband Syariah itu manggung serasa lihat group samprohan legendaris Nasidaria ketika mambawakan lagu jilbab putih maupun perdamaian. Kalo saya , sebenernya tidak mengikuti, mungkin karena kebiasaan mendengar, karena RI 1 dirumah selalu muter lagu2 boyband korea macam Superjunior, boyfriend dsb yang kahirnya irama musiknya mengendap di memori otak saya *dooh. Tapi Sumpah aku bukan pengemar boyband Lho ^______^V.


sometimes a question more powerfull than answer

Saturday, November 5, 2011

Konsekuensi Hutang



Tanpa sebuah tendensi apapun saya mencoba menulis perihal hutang dan segala hal yang berhubungan dengan hal ini. Siapa sih yang gak akrab dengan si hutang? atau setidaknya pernah bersingungan sekali dua kali kalo beberapa kali dan bisa juga sepanjang hidupnya terus bersinggungan dengan hal yang satu ini. memang jika rumus sederhana dalam dunia ekonomi tidak bisa terpenuhi dengan baik, dimana Y=C+S+ yang lain-lain maka komposisi Y bisa berubah, ketika ada hutang. entah bagaimana mengkomposisikannya?  yang jelas terkadang hutang sangat diperlukan untuk menambal pemenuhan kebutuhan hidup. Untuk saat ini memang penginnya berpikiran simple dan sesimple mungkin. Untuk seorang pegawai, jika menginginkan barang yang nilanya lebih dari biasanya hutang adalah solusi instan. Banyak artikel yang mengungkapkan jebakan-jebakan bunga yang melambung terlalu tinggi atau alasan apapun.memang hidup itu akan terasa  kita tidak punya hutang sepeser pun,tapi konsekuensinya kita juga tidak bisa memiliki sesuatu yang bernilai lebih.Terkadang miris juga ketika melihat slip gaji rekan-rekan sekantor yang penghasilannya bisa tergerus habis oleh cicilan dari sana-sini. namun dibalik itu semua ada sesuatu yang bisa mereka miliki. memang butuh banyak keberanian yang lebih buat berhutang karena dalam hutang tersebut ada banyak tanggungjawab. Pengalaman saya berhutang memang jika sewaktu melihat slip gaji yang ada potongan 1. bersyukur hutang berkurang 2. ngedumel karena gaji berkurang ^_____^. Satu hal lagi menurut pengalaman pribadi saya sendiri hutang juga bisa merusak persahabatan jika komitmen antar pihak debitur dan kreditur tidak dijalankan sesuai perjanjian. Jadi dalam hutang-piutang itu banyak tanggung jwab yang hrus di emban dengan baik jika tidak ingin mengakibatkan hal-hal yang bisa berakibat tidak baik bagi anda 


sometimes a question more powerfull than answer

Thursday, January 20, 2011

Capres Naturalisasi

Sepertinya(maaf) sudah tidak ada lagi penguasa yang berasal dari bibit unggul kualitas grade AAA+++ di negara ini jika mereka sedang berkuasa. Dari segi edukasi mungkin mereka memiiki banyak gelar yang memanjangkan nama mereka. Kepandaian, kecerdasan dan tingkat berpikir menganalisa masalah tak perlu kita ragukan. banyak lulusan S2 luar negeri yang berkeliaran di negeri ini, meskipun tak sebanding dengan jumlah anak-anak yang putus sekolah. Tapi untuk masalah nurani, sekali lagi maaf, buat mereka yang sedang berkuasa saat ini.mugkin seharusnya aspek itu tak dinilai, karena kan merusak curiculum vitae anda semua. Keadilan yang harganya semakin mahal, bukan hanya harga cabe saja yang harganya sepedas rasanya. Keadilan baru-baru ini seperti ditampar oleh bertubi-tubi tamparan dari beberapa pihak. Kebohongan sudah menjadi bagian yang lekat dengan negeri ini. Aku, Kamu, dia Sama, para pembohong yang mulai menjalin keakraban dengan sebuah kebohongan. Kebohongan bukanlah awal dari sebuah kejujuran tak seperti pepatah rajin pangkal pandai.Muncul wacana (dari diri saya sendiri) untuk capres naturalisasi di Pilpres 2014 :). Berkaca pada kecermelangan Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim yang berhasil mengangkat sepakbola kita dan memberi warna berbeda, yang akhirnya dirusak oleh politisasi. Politik emang Tai, tapi negara tanpa politik sama ja gak bisa ngeluarin tai. Capres Naturalisasi adalah solusi instans bagi negeri ini, bukanlah setiap negara tercermin dalam prestasi persepak-bolaan mereka. Organisasi Induknya juga sama, cerminan diri dari bangsa kita. Sepantasyalah untuk Capres 2014 ada Capres naturalisasi. Di mata saya sudah tak ada lagi Capres 2014 yang patut untuk dipilih. Saya tidak mau seperti keledai, yang membuat kesalahan yang sama pada Pilpres. penyesalan saya paling mendalam tahun 2009. Semoga saja Wacana Capres naturalisasi bisa terwujud. jangan nanggung-nanggung, Naturalisasi sekalian Barrack Obama, dia khan pernah tinggal di Inodonesia :). kali capresnya di naturalisasi setidaknya akan membuat warna yang berbeda. Hidup Capres naturalisasi.

 UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK :)

sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, December 14, 2010

Hormat Graakk..

Bukan hormat waktu upacara tujuh belasan or hormat kepada sang saka merah putih tiap upacara  hari senin. Sakit gila pegawai pemerintah nomor dua alias runner up dari segala sakit kronis. Manusia emang perlu menegakkan harga diri untuk suatu kehormatan, namun kadarnya harus masih ditelolir dengan seksama oleh nalar sesama manusia. Terkadang hal seperti ini mungkin terlupakan dengan tak sengaja. sakit gila yang satu ini tidak membutuhkan hari maupun bendera buat orang lain hormat kepada dia. Juga tidak memerlukan posisi senin pagi sewaktu upacara bendera. kadang mereka lupa seperti yang saya sampaikan kepada teman saya. "SBY itu manusia biasa yang kebetulan jadi presiden tak lebih dari itu mo bintangnya sebanyak galaksi bimasakti maupun segambreng ngalahin gelar kepramukaan , dia tetap manusia, butuh penghormatan seperlunya saja tak usah lah berlebihan.


sometimes a question more powerfull than answer

Monday, December 13, 2010

sakit gila pegawai pemerintah nomor 01

Nomor satu, nomor yang utama : perlu lidah yang panjang untuk merintis karier sebagai pegawai pemerintah agar bisa melaju sekencang mobil di jalan tol. Sakit gila yang utama manjadi penjilat. Para penganut sinuwun dawuh inilah yang menduduki sakit gila paling krooonis kenapa oo nya harus banyak, karena inilah seperti menjadi orang yang sudah tak ada lagi bentuk dan rupanya , dia terlahap oleh lidahnya sendiri( ????) apa maksudnya pula ini, bagi saya sungguh nista sekali pegawai pemerintah macam ini, bukan bagi nusa dan bangsa, tapi bagimu bapak yang terhormat. pegawai macam ini tak segan-segan menghambakan diri buat boss-nya. tau tak tahu terkadang apa yang ada dalam benak mereka.. menurut saya mereka bukannya tidak mampu (meskipun ada juga yang benar-benar tidak mampu). lebih tepatnya disebut sebagai pegawai yang kurang pede menghadapi kerasnya arus berkarier, yang tak pede menghadapi macet-nya jalan raya. makanya ditempatkan di Jakarta pegawai pemerintah sebenarnya digembleng menghadapi kemacetan, bukan hanya kemacetan jalanan, tapi juga kemacetan karier :PMySpace


sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, October 27, 2010

Sekelumit tentang Genangan

 Kemarin Senin 25 Oktober 2010, terlalu banyak cerita perihal air, air seakan menjadi superstar sore itu. jadi trending topic di twitter maupun jadi top status di facebook. Ketika genangan air hujan mulai menjajah rakyat ibukota ataupun rakyat kota sebelah, kaum jabotabek. begitulah ketika air turun dari langin terus menerus selama 3 atau 4 jam, Sudah saat nyalah status-status siaga diberlakukan. Banjir adalah kosakata yang akrab ditelingga kita ketika bunyi rintik hujan tak kunjung reda. Efek dari rintikan hujan yang lebat dan terus menerus inilah yang menghadirkan siksaan bagi orang yang punya maupun orang tak punya. Ibarat pepatah dari bung eka: Inilah Jakarta, yang punya aja susah apalagi yang gak punya. Ketika genangan air mulai muncul dimana-mana, efek domino yang paling kentara adalah Macet. Dari ujung sana sampai ujung sini yang diteriakkan cuman macet..macet dan macet.. Emang enak terjebak macet. Tidak enak sama sekali teman. Setidaknya itulah salah satu yang ada dalam daftar pertama kali ketika ada pertanyaan apa yang tidak kau suka selama tinggal di Jakarta?. Efek hujan kemarin memanglah dasyat. Aku sendiri pulang dengan jalan kaki, bersama orang-orang non pribumi yang lebih nyambung logikanya dibandingkan orang pribumi sendiri.Ketika bisa melihat orang kaya yang punya duit, kesusahan dengan duit merekaMySpace. hiburan tersendiri bagi pejalan kaki, yang menyadari efesiensi dan efektifitas. Mungkin karena masih hidup sendiri jadinya seperti ini. Semoga saja nanti punya rumah yang aksesnya gampang dan terbebas dari genangan besar akibat hujan


sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, October 6, 2010

No Profesionalism Without Representation

MySpaceDebat kusir yang diakhiri dengan serangan secara personal perihal profesionalisme dalam bekerja, melahirkan sebuah pertanyaan dalam diri saya, lalu berfikir apakah itu sebuah profesionalisme? karena secara jujur saya juga merasa tidak profesional dalam bekerja. Opini saya perihal PNS tersebut adalah  :  

"...PNS mo Profesional mah gak bakalan"
...Selama sistemnya seperti ini"


Maaf bila para PNS yang tersinggung dengan "pendapat" saya ini.tapi menurut saya memang begitulah kenyataan yang ada saat ini. dengan sistem yang begitu rumit di negeri ini. Profesioanal merupakan harga yang sangat mahal. dan menurut pendapat saya lagi sebuah profesional layak dibayar dengan representasi buat yang dalam tubuhnya mengalir nilai-nilai profesionalisme dalam bekerja. Yang terjadi sekarang ini, penghargaan kadang diberikan kepada orang yang tidak profesional, dan terkadang lagi faktor xxx (baca faktor wagu dan saru untuk disebutkan disini) sangat berperan besar dalam penunjang karir PNS. Lupakanlah itu apa profesionalisme, ketika sesuatu kita kerjakan dengan sungguh-sungguh  tapi tak ada penghargaan sama sekali dari yang disebut atasan kita, hmmm saya rasa takkan mudah menjadi pegawai yang profesional jikalau tak ada penghargaan bagi diri kita. Dari segi pandang ajaran agama, ikhlaslah dalam beribadah (bekerja termasuk didalamnya), tapi kita manusia biasa yang kadang tidak bisa legowo dan ikhlas sejujur-jujurnya.Kita manusia biasa dan bener bener manusia biasa meskipun kita adalah makhluk yang tercipta luar biasa. dan saya simpulkan bahwa :

No Profesionalism Without RepresentationMySpace
Dan sampai saat ini dengan sistem yang ada, saya masih tetap dengan "pendapat" saya : " ...PNS mo Profesional mah gak bakalan " Maaf saya masih pesimis jika berbicara profesioanalisme PNS, lha gimana tidak wong salah satu PNS-nya aja kerjanya nge-blog mulu MySpace


Terinspirasi dari ungkapan Jonathan Mayhew : No Taxation Without Representation

 sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, October 5, 2010

D'bacot Club

MySpace mulut berbusa-busa ngomongin dan mendebatkan sesuatu mengenai pendapat, kalo tak ada perdebatan mana ada rahmat diantara kita. Bukanya sebuah kata diciptakan untuk disusun sehingga kita tahu jalan pikiran masing-masing. Ketika sebuah pendapat dilempar di pasaran (weeew) dilempar pada sekerumunan orang, setidaknya pendapat itu bagai komoditi pasar yang siap di puja, dicaci dan di hina dina(kayak nama mantan gw)MySpace . Setidaknya dengan kecerdasan kita sebagai manusia yang dianugerahi betrilyun-triliun sel einstein dalam diri kita. berdebat bukan sesuatu hal yang buruk menurut saya. Mungkin susunan katanaya terkadang menusuk hati dan menghujam jantung kita tapi adalah daya kita juga dianugerahi sesuatu yang dinamakan dengan perasaan, kepekaan dan kesensitifan dalam mencerna kata-kata. dan saat itulah sebuah kata-kata dan susunan kalimat mulai menunjukkan kekuatannya. kekuatan yang terkadang berhasil meyayat-nyayat kita sedikit demi sedikit melebihi kekejaman yang amat sangat. mempertahankan pendapat bukanlah sesuatu hal yang mudah, dan itu terbukti , masih ingatkah kalian ketika diakhir ujian skripsi dimana kita dicecar oleh berbagai pertanyaan dimana tujuan utamanya hanya satu : mempertahankan pendapat. orang yang tidak bisa mempertahankan pendapatnya adalah orang yang masih labil. Asal ada data pendukung dan fakta dari beberapa peneliti setidaknya cukuplah bagi kita untuk berpendapat seperti malam ini, ketika saya menyatakan sebuah pendapat dan temen chatting saya sepertinya menyerang pendapat saya dengan pendapat yang menurut saya masih labil, mungkin masih belum ujian skripsi dia MySpace. But Nice share, Dalam berpendapat maupun berdebat ada baiknya jika tidak menyerang secara personal dan satu hal jika berdebat karena sebuah pendapat jika Allah sudah disebut, maka berakhirlah semua karena bagi saya semua awal dan akhir adalah Allah yang punya MySpace.


sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, August 18, 2010

Belanja di Pasar Tradisional = Membantu rakyat kecil

          

              Era Globalisasi terkadang memaksa gaya hidup kita untuk menggapai segala kenyamanan tanpa harus memperdulikan keadaan lingkungan kehidupan sosial yang ada disekitar kita. Coba hitung berapa kali anda belanja ke Supermarket atau mini market yang sudah menjamur dibandingkan dengan belanja di Pasar tradisional? pasti perbandingannya gak seimbang. Dan sekali lagi gaya hiduplah yang memaksa kita untuk melupakan sejenak saudara pribumi kita yang sedang bertahan dengan kondisi hidup yang melilit kehidupan masyarakat. Mulai dari kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepentingan masyarakat, dan mulai terlihat sekali janji-janji palsu yang memang telah membuai kebanyakan orang. "Janjimu semanis janji kampanye". Kita lebih rela menyerahkan uang kita kepada bangsa asing daripada membaginya kepada bangsa kita sendiri bangsa yang aneh memang, lebih suka berbagi dengan bangsa lain daripada bangsa sendiri. memang dijajah bangsa sendiri lebih sakit rasanya dibandingkan dijajah bangsa lain, dan itu faktanya.
              Saya sendiri mengakui kalo lebih sering belanja di super maupun mini market, sekali lagi tergiring oleh gaya hidup. Gaya hidup membuat pola yang membinasakan nurani kita untuk lebih cinta terhadap bangsa sendiri. Dimana nasionalisme dan patriotisme sekarang? mungkin kabarya sudah memburuk. Mosi tidak percaya terhadap bangsa sendiri pun mulai merebak. Saya sendiri meragukan pemimpin kita dan bahkan sempat mengakui memilih dia adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya di tahun 2009. dan insya Allah tidak akan terulang lagi. Punya pemimpin kok yo klomah -klomoh dan tidak tegas terkesan didikte, dan memang merasa didikte oleh Amerika dan bangsa-bangsa lain yang berkepentingan dengan bangsa ini. kalo sudah begitu bagaimana dengan nasib rakyat kecil? Hanya kita sendiri saudara sebangsa dan setanah air yang bisa menolong mereka, jangan pernah meminta tolong kepada pihak asing dengan menggadaikan negeri kita sendiri. MERDEKA

 
sometimes a question more powerfull than answer

Friday, August 13, 2010

Rakus(akan) Ilmu itu positif

Mendegar kosakata rakus (Greedy) pasti bersinonim dengan hal -hal yang negatif. Rakus atau lebih akrab di telingga kita dengan sebutan serakah.Tapi ada sesuatu hal yang dihubungkan dengan kosakata rakus itu menjadi hal yang positif, seperti halnya rakus terhadap ilmu pengetahuan. Siapa yang ingin dunia maka dengan ilmu, ingin akhirat dengan ilmu dan ingin keduanya maka dapat meraihnya dengan ilmu juga. kalo tahu ilmunya kehidupan ini akan mudah dimengerti. Dan lebih beruntung karena kita tidak akan menemui aral yang terjal karena kita tahu ilmunya. Bahkan setan pun takut memasuki masjid ketika ada seorang yang Alim(berilmu) sedang tidur daripada takut kepada orang yang kurang bodoh(tidak berilmu) yang sedang beribadah. bayangkan Syaithon musuh kita aja takut sama orang alim yang sedang tidur. begitu dahsyatnya ilmu buat kita kalo kita rakus boleh dong :). baik itu ilmu agama maupun ilmu buat kehidupan kira di dunia ini. Rakus Ilmu itu adalah hal yang sangat positif, biar tidak tersesat di kehidupan ini. Semoga kita mencapai Bahagai dunia dan Akhirat dengan Ilmu yang kita miliki dan kuasai..Amiiin



sometimes a question more powerfull than answer

Sunday, June 6, 2010

Seberapa benci....

Seberapa benci kalian sama yang namanya K.O.R.U.P.S.I ?
Perbuatan yang menjadi salah satu yang dikutuk oleh semua rakyat di dunia, kecuali rakyat yang bisa menikmatinya :). Berarti ada sebagian rakyat yang tidak mengutuk korupsi khan?. Yup bener sekali dan seberapa banyak rakyat yang kayak gitu? Ya gw kagak ngerti , yang jelas salah satunya adalah keluarga besar para koruptor-koruptor yang telah berhasil merampok negara yang kaya-raya ini. Dan terkadang menjadi robinhood, tapi banyakan di embat sendiri daripada didistribusikan kepada yang lebih membutuhkan.Ya realita sadis yang sebenarnya sering kita temui dan kadang bahkan kita bergaul dengan mereka tiap hari tanpa kita sadari. "Kadang budaya ewuh-pakewuh yang membuat kita membiarkan korupsi itu subur di lingkungan kita" salah satu yang diuangkapkan oleh bu SMI ketika menjadi Menkeu waktu itu.kadang kita merasa acuh tak acuh tentang apa yang telah terjadi di lingkungan sekitar kita, Wong kadang kita juga iri sama koruptor khan? tapi janganlah iri sama perbuatan itu. jujur aja kalau kalian melihat rekan kita bisa korup dan mereka tidak terlacak yang pasti bikin kalian iri khan?Coba kalian di posisikan kayak gitu, dimana kesempatan korupsi yang tak mungkin terlacak oleh yang berwajib......Pengen tahu aja seberapa kuat benteng pertahanan iman-mu menghadapi gempuran itu.yang Jelas bencilah perbuatan itu, dan usahakan membawa rejeki yang halal ke rumah kita :) biar berkah...aminn.


sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, May 4, 2010

Kepada yang disebut sebagai Dewan yang Mewakili Rakyat


Hari ini mendapatkan berita disni Mengenai rekomendasi dari DPR tentang penghentian Renumerasi Bagi Pegawai DJP. Sebagai Pegawai di DJP saya merasa tertganggu dan terusik dengan berita yang menyebar seperti sekarang ini. Mungkin bukan hanya saya tapi seluruh pegawai DJP. Ibarat bensin Renumerasi itu yang bikin kita terus berjalan seperti sekarang ini Pak/Bu' yang disebut sebagai wakil rakyat. Tugas yang diembankan kepada kami juga tidak main-main. Bapak/Ibu sendiri tahu berapa jumlah rupiah yang harus kami kumpulkan buat menghimpun penerimaan negara. Tapi apakah kebijakan menghentikan Renumerasi bagi pegawai pajak adalah langkah yang tepat buat imbas dari kasus-kasus mafia pajak?. Mungkin ada yang tertawa jika renumerasi dicabut, karena mereka akan membayangkan kembali ke masa jahiliyah dimana kejahatan perpajakan lebih dari yang sekarang ini. Ingat Ibu/Bapak buat menjadi seperti sekarang ini kami butuh proses, kami butuh dukungan bukan langsung memukul sama rata. Apa Indikasinya mengukur kinerja penerimaan perpajakan.Apa karena hanya seorang Gayus Ibu/Bapak yang disebut sebagai wakil rakyat menghakimi kita begitu saja tanpa melihat apa yang telah kita perbuat selama ini? Cobalah lebih bijak Bapak dan Ibu yang disebut sebagai Wakil Rakyat. Saya tidak tahu sama sekali jalan pikiran anda mo diarahin kemana? mau bikin sesuatu yang populis dimasyarakat kah?. Kalo seperti ini akhirnya saya semakin tidak percaya saja jika anda mau berubah menjadi lebih bersih. mungkin itu ketakutan anda sendiri melihat jika kami bersih yah anda takut dan takut. Semoga anda semua semakin bijak yang katanya mewakili lidah rakyat. Ingat kami juga bagian dari rakyat Bung.

sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, April 14, 2010

Biaya Hidup


    Mungkin yang disebut diatas adalah data per maret 2008 tapi bisa dijadikan gambaran seberapa besar hidup didaerah tersebut diatas. Nha kalo seperti itu Mo digaji berapa? Pantesan banyak koruptor-koruptor berkeliaran hidup di Jakarta, Segala upaya dikerahkan buat memenuhi kebutuhan yang terbilang wah. Menurut Psikologi Korupsi di situs ICW, rasa ingin nyaman tanpa kerja keras adalah benih awal perkorupsian di Negeri ini.ya gambaran BPS itu memang benar adanya, kalo kita mau itung-itungan secara rinci pun. Ibaratnya kita bikin buku pengeluran kita yang tiap rupiahnya diitung pasti ketemunya juga segitu, malah bisa lebih :(. Secara kasar saja. Makanya saya tidak berani ketika ada seorang teman yang menanyakan lowongan pekerjaan di jakarta dengan gaji berapa aja(hopeless). dengan tegas akan saya jawab tidak, gak mau tanggung jawab moral kalo hidup menderita disini.Sebenarnya kalo mau ngirit juga bisa cuman ya gitu dech. kalo kayak gini memang benar yang kaya jadi makin kaya dan yang miskin ya derita Lu.Sebenernya Pemerintah kita itu udah bener gak siy menahan laju Inflasi di Indonesia, kok semakin aneh aja, harga2 kebutuhan pokok makin menggila dan makin tak terjangkau. Gimana mau memenuhi kebutuhan Skunder dan Tersier kalo kebutuhan Primer aja memenuhinya aj setengah mati.



    sometimes a question more powerfull than answer