Showing posts with label soul. Show all posts
Showing posts with label soul. Show all posts

Saturday, May 25, 2013

Self Acceptance II



Menerima apa yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. menerima apa yang ada pada diri kita, tubuh kita dan segala yang berlaku pada diri kita. senantiasa bersyukur dalam segala kondisi, hilangkan murka dihati, kesedihan yang membebani, envy, berprasnagka buruk dan selalu berusaha dan berdoa , selalu mengunakan sebuah keempatan untuk berubah menjadi lebih baik dan lebih lagi. Jangan terlalu beranggapanapa yang kau pikirkan, yang yang kau inginkan harus selalu terpenuhi. memang sulit, pemberontakan dalam diri seolah tak pernah padam dengan siraman kata-kata kalimat sakti yang sering terdengar melalui telingga kanan, namun belum sempat singgah di hati keburu keluar melalui telingga kiri. saat kau berharap hidup ini selalu ramah buat  dijalani, sadarlah dari mimpi bro. hidup ini bukan sinetron, selalu ada kerikil-kerikil kecil yang tajam bahkan batu besar yang siap melukai jika tak kita sadari.atau ungkapan dari salah satu juri x-factor : hidup selalu tak semulus paha cherrybelle ^_____^. Kecewa boleh tapi cukup sementara dan segera kembali menyadarinya. percuma kecewa berlarut, hanya bikin kita semakin cemberut. Allah selalu bisa menjelaskan semuanya kepada kita, tinggal kita nya saja, cerdas atau kurang cerdas menerima penjelasan itu.  




sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, September 4, 2012

Selalu terindukan



Aku terhenyak dari buaian dunia, terasa tak memaknaimu dengan  istimewa
dan melewatkanmu tanpa ada sesuatu 
setidaknya dianggap membekas dalam kehidupan ke depan, 
dan ingin melepasmu dengan segala kerinduan diantara palung hati yang tersembunyi
 dan di dalamnya sanubari untuk semangat mengarungi kehidupan kelak, 
dan aku selalu merindukanmu karena kau adalah bulan yaang selalu terindukan untuk seluruh ummat
I Miss U , Ramadhan 
Semoga kita bertemu lagi

-----ditulis pas akhir Ramadhan 1433H----

 
sometimes a question more powerfull than answer

Thursday, August 9, 2012

syukurisme

Rasanya kemungkinan untuk memahami semakin sulit, ketika bertubi-tubi gagasan yang tidak sejalan dengan blue print kehidupanku. Mencoba mengurangi keluh yang semakin berkesah dengan sejuknya. Meninggalkan asa baru dari sebuah partisi kehidupan yang dicipta untuk dijalani. Bersimpuh, dan hanya bersimpuh percaya akan karunia dan skenerario yang telah dipersiapkan untuk kita dalam mengarungi luasnya samudera kehidupan ini. Sedikit demi sedikit pun aku mulai paham dengan kebebabalan dalam diri yang terpupuk mati oleh kompos-kompos negatif yang mencerna kotornya sari kehidupan. Dan bicara mengenai keterpurukan diri selalu saja ingin menjadi juara diantara manusia yang lainnya, fitrah illahi atau hanya kita yang picik melihat keadaan sekitar. Seolah tak menyadarkan diri kita dari berbagai ilusi dunia yang penuh dengan tanda tanya, tanda seru, serta berjuta-juta tanda yang lain.Ingin menhembuskan nafas pagi ini dengan durasi yang lama dan menunggu otak ini berjalan membuka hati dan mengeluarkan secara bertubi-tubi kalimat syukur yang tak ternilai atas karunia hidup ini.


sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, May 23, 2012

High and Dry

Memikirkan hal biasa di hari-hari yang biasa. Suatu saat terhempas kedalam situasi dimana diri hanya sanggup memunguti inti yang disadari. Dalam dan mungkin jika dibiarkan akan semakin dalam. Jalan keluar sepertinya tak terlihat diantara ribuan pintu-pintu yang menawarkan solusi. Terlalu berlogika dengan basa-basi, dan berujung tak menentunya sebuah solusi. Emosi? lupakanlah ,yang ada hanya semakin membuat analogi yang semakin ruwet dengan keberadaanya. ataukah keangkuhan yang terlalu mendominasi dan mendikte hidup yang semakin dinaungi suatu ketidakpastian yang dituliskan?. Don't leave Me High, don't leave me Dry, Jangan biarkan aku sendiri,ketika aku membutuhkan pertolongan. meskipun dalam hati yakin pasti, cukup DIA-lah sebagai tempat memohon pertolongan. Hari-hari semakin galak, dan terlalu lama menanti hujan untuk melepas kemaraunya situasi yang tak dapat diterka dengan pasti. terlalu lama diayun ragu dan terombang-ambing ombak kehidupan, terbawa kesana kemari tanpa arah yang jelas dan sekali lagi jauh dari sebuah kepastian. hidup harus terus berlanjut dan terus mencoba mati rasa biar tak terasa segala sesuatu yang dapat dinilai dengan pikiran negatif. ini bukan motivasi ataupun kalimat-kalimat sakti yang sering muncul dan tenar diantara riuhnya keluhan manusia standar di muka dunia.Yang jelas harus bergerak cepat, move on ! sebelum solusi semakin menemukan seribu tempat untuk sembunyi.Jika galau janganlah meracau. move on dan temukanlah pembuka ketenangan hati tanpa melibatkan emosi yang membebani tiap tarikan nafasmu. 




sometimes a question more powerfull than answer

Thursday, May 17, 2012

Memaknai Harapan di hari Lahir


Malam ketika aku mencoba mulai kembali akrab dengan kesendirianku untuk beberapa hari ke depan. Menjelang hari dimana harapan diakumulasikan menjadi sebuah doa yang terucap dari sejawat dan keluarga tentang sebuah harapan. Mereka berharap yang terbaik buat kita dan tentu saja kita juga mencoba memaknai dengan hal-hal terbaik yang ada dimuka bumi ini. Berharap yang terbaik akan kamu dapati, meskipun selalu ada rasa ketidakyakinan untuk menggapai semua, karena jika semua kau raih, hidup ini terlalu sempurna untuk dijalani. Teringat masa muda yang hampir terpenuhi oleh foya-foya dalam artian positif, menemukan esensi dalam sebuah proses memperbarui pengalaman yang harus kita beli. Harusnya bisa memaknai lebih dalam, hidup bukan hanya sekedar berharap tapi harus berjuang untuk mewujudkan harapan itu. mungkin otak kita belum sampai atau belum terhubung dengan filosofi yang sering kali mengejek diri sendiri. mengendapkan kekuatan dan mencoba lari dari kenyataann dalam mengapai harapan. Semua yang terjadi tidak semuanya jelek, ada baiknya dan adapula kurangnya, yang kurang dirubah agar bisa menjadi lebih baik dan yang baik tetaplah dijaga agar tetap berjalan sebaik mungkin. Jangan hanya berteiak untuk mengubah dunia jikalau dirimu sendiri tidak bisa merubah diri sendiri. Hari lahir selalu spesial, banyak anugerah dan harapan. anugerah yang harus kita syukuri selama kita bernafas dengan gratis ini. maknai dengan bersyukur dan yakini ketika berharap insya Allah, makbul.


sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, May 2, 2012

Luka



Seringkali kita merasa tidak ikhlas dengan apa yang terjadi dalam hidup kita, apalagi jika skenario yang  tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.Kalo kata bang bagus netral kita ini adalah artisnya. Sayang, tekadang artis sering merasakan luka. Sang artispun berupaya seolah-olah bahagia, meskipun bahagia adalah default diri kita. Tak menyadari apa yang telah diberikan seharusnya dinikmati dengan seksama hingga rasa syukur secara otomatis mengalir dari lubuk sanubari. Bagaimana jika sang artis mengalami sebaliknya?,.yang ada hanya timbul luka, luka dan luka yang semakin lama membekas dan terasa perih jika diingat.Mengingat satu luka, luka ketika menjadi bagian dari rencana orang lain. Seolah skenario diubah oleh pemilik rencana hidup kita. Sepertinya pahit, tapi bukan jamu. Entah kata apa yang cocok untuk menyebutkan hal itu. Mengingat Luka seperti menyadarkan kita betapa kejamnya hidup dan tanpa melirik sekalipun indahnya hidup. Sang Artis terlanjur luka untuk kesekian kalinya, meracau sendiri karena tak ada lagi yang dipercaya. merasa Dikhianati oleh kebaikan.jujur, luka lebih terasa jika yang menghianati adalah kebaikan. Dan seperti biasa yang bisa menghapus luka hanya waktu, dan sang artis sangat memerlukannya. Aku meracau ketika galau 



sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, February 21, 2012

Dan hidup

Terbangun ketika serangan luwe dalam perut two pack-ku. Berdiskusi dengan lancar dengan sahabat yang berubah jadi cinta, perlahan dan masih seperti dulu, Dia pendengar yang baik. Perlahan rasa egois dan gembok yang selama ini mengunci kegalauan terbuka dengan sendirinya, dan perlahan namun pasti aku menyadari aku tidaklah sendiri, ada si-Dia yang terus mengerti dan tetap selalu menjadi pendengar yang baik buatku,pendengar keluh kesahku yang terbaik di muka bumi ini. Bahkan ketika prasangka sebagian orang tak hinggap dalam hidup yang terasa membebani ketika rasa legowo tak mau berdamai dengan jiwa dan raga yang sedang diamuk massa.Seolah melafalkan tiap abjad romawi yang merangkai sebagian kata yang tak sulit dimengerti., bagaikan lagu Kristina  Aku terjatuh dan bangun mengejarmu, ah serasa hiperbolis jika jatuh bangun yang jelas dengan sebelah mata aku menganggapnya sebagai jalan hidup yang harus dilewati. Meski termanggu lama untuk memahaminya. Diberi harapan dan aku terbang hingga menghilang diantara kebohongan dan sendiri tak ada lagi yang mengerti. Mencoba menyimpulkan antara fusi dari dikhianati, hanya merasa dengan praduga.Mengayun ragu dan melupakan malu. menjelajah belantara tanpa makna, aku punya cahaya namun tak mampu ku bersinar, aku bagaikan kuncup yang tak mampu mengembang demi sebuah penghargaan.Dan kurasa mimpiku telah sirna sebagian, dan sebagian lagi masih kucoba untuk menggapainya dengan tetes keringat yang tersisa, mungkin mengindahkan lelah dari semua jiwa yang telah mewakili setiap peran yang kulakukan selama ini. Dan hidup harus berjalan, Diantara amukan dan gejolak jiwa yang tak lagi sepaham dengan kerelaan. Dan hidup harus dimulai, dengan pondasi yang tak termaknai dengan sempurna karena sirnanya sebuah mimpi. Dan hidup terus berjalan, ketika Aku sadari perutku mulai keroncongan di malam menjelang pagi, kubawa uang bergambar Pak  Oto iskandar Dinata untuk kubarterkan dengan seporsi pecel lele dengan nasi satu setengah yang sedang berargumen dengan dua potong tahu dan satu potong lonjong yang bergidik karena sambel pedas, kuhangatkan malam dengan teh tawar dan tak lupa kusertakan kerupuk untuk membuat suara kriuk agar meriah sebelum aku akhiri dengan kalimat hamdalah.  



sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, December 20, 2011

Engkau lelaki kelak sendiri

Salah satu lagu dari bang Iwan Fals ini membuatku tersenyum dan membimbingku memahami arti dan beban yang disematkan Pencipta ketika kau terpilih menjadi seorang laki-laki. Aku tak mau berpendapat perihal perempuan kali ini. Jika diuraikan dengan kata, jika beban tersematkan itu di uraikan dan di deskripsikan tak sesulit membuat artikel 300 kata . Laki-laki itu tercipta untuk melindungi sang hawa, sebagaimana adam, menjaga kehormatan wanita bukan malah menjadi sebuah ancaman. Lelaki kelak sendiri menanggung beban hidupnya dan beban hidup orang lain yang menaunginya dengan cinta dan kasih sayang yang terkadang sulit dipahami oleh dirinya sendiri. Terkadang ada lelaki yang cukup mudah memahi aura cinta di sekelilingnya namun ada juga yang perlahan tersentuh dan ada juga yang bebal. Beban lelaki akan bertambah ketika dunia mengujinya dengan berbagai tumpukan masalah yang jika dibiarkan akan meletup seketika bagaikan larva gunung gamalama. lelaki itu harus cerdas menyikapi dan mencari solusi bagi yang dinaungi karena kelak dia sendiri. Meskipun berat Engkau lelaki jangan mudah menyerah dan putus asa atau berpikir untuk me reshufle kelamin, Engkau lelaki diciptakan dan ditakdirkan untuk mengalahkan semua rintangan, meringankan berat beban dan sepanjang hidupku kelak akan memahami keberadaan lainnya dan menyadari kesendirian akan datang, ketika serangan bertubi-tubi menghantam. Engkau lelaki ingat, kejantanan bukan  berarti selangkangan tapi bagaimana menjadi seorang pemenang. Engkau lelaki yang kelak sendiri tak harus mempunyai pahatan bisep dan trisep yang indah, karena indahnya pahatan bisep dan trisep tak mewakili kekuatan yang ada dalam dirimu. Yang jelas engkau lelaki yang kelak sendiri tak harus minum extrajoss dan kukubima tiap hari untuk jadi Laki dan Rosa.^_____^


sometimes a question more powerfull than answer

Monday, December 19, 2011

Renggang

Seperinya ada yang hilang di hari yang terasa lambat terlewati, kata kuncinya masih tersangkut dalam gembok kosakata dunia. Semua seolah lari tanpa terlihat kaki yang mencengkeram tanah tapi takut akan duri. Sendiri berpapasan dengan sebuah adegan, dimana canda, tawa dan bahagia tak kuasa menahan gempuran atom kesedihan. Perlahan meledakkan canda dan tawa seperti jamur bom hiroshima. Hilang entah kemana, ataukah berubah menjadi kumpulan partikel kecil yang mencoba bangkit dari rasa sakit yang tertancap mengigit. Remah-remah bahagia yang masih tersisa nyata, tak terlihat dan terdengar secara nyata. berhalusinasi seolah itu ada disetiap kala. genggamanku kupercepat, mengapai semua itu sebelum semuanya sirna tanpa sisa. Kucoba mengenggam dengan kuat, tapi aku lupa semakin kuat kugenggam, remah-remah asa itu akan berhamburan secara perlahan dan rapi. lalau kusadari aku harus sedikit merenggangkan genggamanku, biar mereduksi kehilanganku




sometimes a question more powerfull than answer

Meracau galau



Ingin kutumpahkan samudera kegundahan dalam diriku, mencari watak batu yang tersembunyi dan mengendapkan lara yang tak terbaca oleh mata biasa. Diam itu kunci, dan ketika diam bukan berarti sebuah emas. Membuncah dan melumat, bagaikan monster kraken yang dilepaskan dan melumatku  dan memakanku perlahan hingga aku hancur tanpa sisa tulang belulang. yang terabaikan tak percaya ketika semua telah menguap dari pikiran yang mendidih tak tahu malam ataukah siang tapi tersembunyi dari gelapnya perasaan. Aku galau, aku meracau menuliskan mantra-mantra pengusir gulana karena gundah entah kemana. Percikan galau ke semua arah, tanpa bisa ditebak dan disekap. Aku meracau, meracau dengan perkataan yang tak biasa, bagaikan Doa yang terdengar baru dari seorang religius pasti. Bahkan aku sendiripun tak mengerti.


sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, December 13, 2011

Am i still na4sing4-ers?

Am I Still ?


Terasa aneh memang, jika mencoba menganalisa dan mengingat satu persatu tautan peristiwa dalam beberapa bulan terakhir. semua mengalir begitu cepat dan terasa dengan kesadaran yang fluktuatif dan bergejolak bagaikan harmoni yang tak beraturan.Mencoba memahami arti sebuah sesuatu yang sangat berharga, berikatan dinas selamanya dan melekat dihati bagai benih yang tumbuh subur menjadi sebuah pohon kecil, tumbuh lagi dan akhirnya berbuah lebat dan terasa manis, asam,asin,pahit dan umami. Terasa lengkap dan melengkapi. Aku teringat ketika sesuatu itu tumbuh, ada canda ada tawa, ada tangis ada duka dan semua terasa bahagia.dan untuk beberapa saat, ketika pressure mengelayuti salah satu individu yang sedang dilanda fenomena dalam hidupnya. Dia mencoba menjauh dan mencoba menemukan jembatan untuk menjembatani satu ujung dengan ujung yang tak ada habisnya, dan sayang jembatan itu bernasib sama dengan golden gate kukar, rapuh dan ambruk, hanya tinggal tiang utama yang menyangga karena individualisnya.Hiperbolis dalam sebuah pengungkapan, tak menyadari dan ataukah baru tersadar dari segala amarah yang tercipta dan rasa kecewa yang membahana berduet dengan kaburnya harapan yang menurut dia indah, dia melupakan sesuatu hal dia punya sahabat, sahabat sejati yang selalu tinggal dalam hati seperti kata Cut Mini dalam film arisan 2. Bukan khilaf dan keinginan untuk menghindar, tapi rasa sensitif akan tumbuh subur dalam keadaan seperti itu, bagaikan jamur panu yang tumbuh diatas kulit yang tak terjaga kebersihannya. Jiwaku sedang tidak bersih karena luka, luka yang tak bisa diajak bercengkerama dalam batasan normal, sepertinya mengigit sakit dan merangsang rasa sensitif dalam diri.Ah seandainya kebodohan ini tak terungkap, sungguhpun aku berharap bisa berbagi dengan sedikit cerita bersama kalian semua. Sementara, kata maaf masih menjadi delegasi dari sebuah keadaan dari semua ini. maafkan aku sobat, semoga tak terlambat. Mungkin hidup kurasa semakin berat dan aku butuh obat, sayang aku menyia-nyia kan obat itu karena ke-egoanku. 


catatan kecil lagi gak bisa mikir  :
*) jika me + sia-sia  = menyia-nyikan atau men-sia-siakan? 




sometimes a question more powerfull than answer

Friday, December 9, 2011

36

"Dan ketika nomor urut ketigapuluh enam itu menyebutkan namaku, aku tersadar aku masih jadi bagian dari rencana orang lain. Dan malam pun hening, seperti beban di kepalakubertambah berat, kuhapus semua rencana yang kubuat, dan beberapa huruf secara klasik terangkai dari mulutku : j.a.n.c.u.k



sometimes a question more powerfull than answer

sesuatu


Seperti diantara air yang mengalir, diriku sekarang kusematkan. Memposisikan diri sebagai "sesuatu" yang dengan pasrahnya mengikuti aliran air, tak seperti ikan. Aku berpikir dan digelayuti ragu yang dengan merdunya berduet dengan kepasrahan atau apapun itu. Rencana yang begitu hebatnya dengan tulisan sakti bisa lebur. Memulai dari nol lagi, ketika dimana aku harus mengenalkan diri dihadapan satu persatu pemegang status quo dalam sebuah tempat. belajar satu hal baru yang sebenarnya lama, mengurai cerita dan sejenak menghirup kebebasan dari sebuah rasa bosan. Sesuatu yang baru , dengan terpaksa menyuntikkan semangat untuk menjelajah dan mencoba memahami deret demi deret aturan yang berkesinambungan. mencoba mengakrabi suasana rapat yang kurasa sebagai battle field bagi seorang birokrat yang kebetulan di labeli terpilih. Mendengar dengan kuping dan mengamati para birokrat yang terpilih itu mencoba mengelabui sekat-sekat ketidak pahaman atau cuman berlagak?. Aku tak tahu yang jelas dengan itu aku bisa tahu rasa snack seharga maksimal SBU itu dengan status sebagai undangan. Sekarang pasrah mungkin kata yang tepat untuk di sematkan ke dalahdiriku. Aku tak percaya lagi dengan buaian dan kicauan yang seolah-seolah mendekatkan kepada rencana besar yang aku buat. Mungkin rencana besarmu masih menjadi bagian dari rencana orang lain, dan jika tidak ingin menjadi bagian dari rencana orang lain, bikin rencana sendiri (quote dari kang rangga umara - pemilik pecel lela). Dalam galau dewasa, galau yang tak memikirkan apa itu kesenangan sesaat atau malah galau tingkat dewa. dimana terlukiskan dalam sebuah wajah, dimana beban itu tergambarkan jelas dalam setiap senyuman yang terasa kurang manisnya. ^____^. sesuatu banget dah....alhamdulillah ya syahroni banget.


sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, September 28, 2011

Mencari Keberkahan

Mulai mikir hal-hal yang mungkin gak terpikir sebelumnya, wah kalo lama-lama kayak gini mungkin menemukan jalan keberkahan jadi semakin ruwet dan makin lama ketemunya. Susah diajak janjian kali si berkah. Jadi teringat sama pendahulu yang kursi-nya saya dudukin sekarang. Pokoknya saya menyimpulkan pendahulu yang punya kursi yang saya tempatin ini adalah public enemy alias mungsuhe masyarakat sekitar sini.Lha gimana endak, ketika teman lain ngerasani si mbaknya ini selalu jadi artisnya, dosanya luntur akibat kegiatan rasan-rasan yang dilakukan oleh para oknum yang kalo saya sebutin nama-nya bisa jadi satu postingan di blog :). Sekarang mengalami sendiri, kenapa mbak yang dulu duduk di singasana yang saya dudukin sekarang jadi mungsuhe wong okeh, bukan masalah mbujuki or kegiatan yang mendekati nyolong tapi kesimpulan saya dia jadi mungsuhe wong okeh karena taat pada aturan dan berusaha tidak mblenjani apapun yang tertuang dalam aturan yang memang dibuat untuk di mesjid (baca: di langgar).Beda dengan yang saya lakukan meskipun tidak langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan dari yang saya lakukan sesuai dengan titah si bos, walaupun tak menikmati tapi melakukan pekerjaannya. manut kayak disundut. Bukan untung yang didapat kebanyakan malah buntung karena sering tambel seribu-dua ribu kalo berlaku lipatan tiap transaksi bisa gak dimasakin sama istri saya. terlalu lembek mengikuti aturan yang penting rapi dan bisa menghalusinasi si pemeriksa dengan cepet. Weleh kalo kayak gini saya juga ndak mau. dari dulu sebenernya juga tidak mau. kalo masalah kayak gitu tak serahin kepada partner yang gak "mungkin" dengan perasaan tanpa dosa melakukannya. kalo disebut mafia juga terlalu elit, kalo disebut pengutil apa yang tak util? hanya kecurangan yang terbiasa dilakukan. Setelah kroscek kesana kemari ternyata podo wae dan sami mawon motif dan modus operandinya. bener Omongannya kang Sapta ketika ada acara yang agak gemebyar makannya dia selalu bertanya iki dana-e sokok ngendi? halal pora? aku cuman bisa senyum nyengir sambil bilang penyerapan anggaran mas heheheheh. ben cepet


sometimes a question more powerfull than answer

Sunday, September 4, 2011

Berjuta Maaf dan Kemenangan



Jika ada kesalahan, baik itu besar maupun kecil,
Baik itu disengaja maupun tersengaja dan tidak sengaja.
Bila ada khilaf dan kelalaian hingga hati tersakiti dan jiwa terlukai
Hari yang fitri belumlah usai, kemenangan belum kita raih
Jika sesama kita tak mengakrabkan diri dengan kata maaf
maaf untuk semua, maaf untuk dunia.....

untuk semua luka di dunia yang tersembuhkan oleh kata maaf
sucikan hati,sucikan diri
buat hidup kedepan dan kemenangan  lebih berarti

TAQQOBALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM. MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRi 1432 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN



sometimes a question more powerfull than answer

Saturday, August 20, 2011

praktisi birokrasi kecil menulis

Kembali ke dunia nyata, merasa hidup di kota ini sia-sia, mungkin sudah terlalu mentok menggelola rasa bosan dengan bijak. Aq sendiri tak mampu mendeskripsikan masalah sepele ini dengan baik, bukan karena kemampuan , mungkin karena masa sebagai praktisi kegalau-an . Mungkin seribu orang berpikiran sama denganku, i'm not the only one, kolam ini terlalu besar, jika diarungi hanya dengan sampan yang kecil. Dan dalam kolam besar ini ikan kecil akan selalu dengan mudah terbawa arus. Memilih kolam kecil bukanlah hal sepele, meskipun sudah sering mendengar popaganda-propaganda homebase yang berlalu lalang dari kuping kanan keluar kuping kiri. Salahmu sendiri, tak memahami resiko dari sebuah pilihan, meskipun itu bukan pilihan sulit atau hanya satu-satunya pilihan. Adakah cara lain untuk keluar dari dunia yang penuh kesia-sia an ini? ataukah dunia yang ingin kau cipta hanya fatamorgana semata, bagaikan pepesan kosong?. ah spertinya aku harus mulai belajar banyak mempercayai orang sebelum aku terlanjur terjerumus untuk tidak percaya kepada satu ornag pun orang. tengiang di pikiranku selalu, aku ingin pulang, membawa beban dan kutaruh berceceran beban itu, sepanjang rel kereta api jalur selatan sepanjang 770 KM. dan inginku kenang suatu saat jika beban yang terasa semakin berat.walaupun kesempatan itu datang bertubi-tubi, tak akan berarti jika tak ada coretan khas si tangan besi. Atau isi surat itu hanya kan terpatri menunggu para praktisi birokrasi berbaik hati tanpa basi-basi, bukan memberi remisi tapi janji yang terbukti. Bagaikan Seorang praktisi birokrasi kecil dengan sampan kecil dan mencoba mengarungi kolam yang besar. ujung-ujung mari disyukuri aja. Itulah kata-kata sakti. Meskipun keluh kesah membuat kita semakin lelah, namun hati gundah tak akan menjadi gulana ketika kita bisa bercerita, ini bukan keluah kesah hanya mencoba memperlambat gundah menjadi gulana teman. ah itu alasan kamu saja boi.



sometimes a question more powerfull than answer

Saturday, July 2, 2011

Me

Jizu

Ini sebuah gambaran, dari diriku yang terkadang hanya jadi bahan lelucon bagi diri sendiri. menertawakan diri sendiri lebih mudah dari pada menyanjung dan menarsiskan sebagian kemampuan yang kita miliki. Tertawa adalah bahasa universal dan semua orang mengerti ketika kita tertawa berarti kita bahagia. Bukan seperti tangis yang terkadang ambigu artinya. jangan pula seperti kata bang Eka yang mengatakan tertawa bukan berarti bahagia, bisa saja berarti gila. Jizu kecil dulu dipanggil dengan nama Takeshi, korban sinetron oshiin. Dan hanya beberapa orang yang tahu nama kecilku kalo aku dipanggil takeshi. Mungkin cuman sobat gilaku RE alias Ray Earth alias Fibe Ciplukan Priskila yang sering memanggilku dengan nama itu. bercita-cita menjadi guru yang gak kesampaian dan akhirnya malah menjadi seorang fiskus bodoh yang tak begitu memahami perihal pajak. Menurut MBTI test jizu adalah seorang yang Independent, The Most Independent.mandiri, orisinal dan Tegas, ahli dalam menterjemahkan konsep ke dalam dunia nyata (preet) aku sendiri tak percaya akan hal ini. Berikutnya tentang lelucon diri, saya adalah seseorang yang mempunyai pedemeter yang rendah dan susah untuk menaikkan angka pedemeter itu, meskipun terkadang tak ada yang kenal di sekitar kita. Selalu berpikir jangka panjang, bahkan saking panjangnya terkadang sampai merugikan diri sendiri. Sekarang belum sadar juga tentang kelemahan diri sendiri yang sudah untuk menutupinya. Lebih baik menertawakan diri sendiri sebelum ditertawakan oleh orang lain. jaket dengan hoodie adalah pakaian yang sering melekat, melindungi panas maupun dingin. atau hanya itu jaket yang dimilikinya. Segala hobi ditekuni asalkan duit masih bisa ngejar. Generasi bebas alkohol dan drug, karena dogma dari kecil. Percayalah ajaran kita dari kecil mudah dipahami betapa kerasnya hatimu, kelak dewasa akan selalu kau ingat macam kebiasaan waktu kecil yang diajarkan penuh cinta, gosok gigi sebelum tidur misalnya, dan jika kebiasaan baik itu hilang, sepertinya kadar cintamu terhadap orang yang mengajarimu sedikit pudar. Satu hal lagi, apabila sesuatu itu diajarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang, sebebal apapun, kita pasti mudah menerimanya.(mulai) ini bukan atas nama pasar menyanjung cinta, karena blogger tak punya pasar dan tidak mengatas namakan pasar. Just read it

Tulisan boring ketika males pulang dari kantor.

Monday, June 13, 2011

Tentang sebuah ketidakpastian (again)

Semakin menyadari menjadi seorang pegawai negeri sipil alias PNS adalah harus siap menghadapai sebuah ketidakpastian. Bukan satu kali atau dua kali, namun sudah beberapa kali menyaksikan keidakpastian itu singgah didepan mata. melihat dengan sadar dan pelajaran itu semakin ditasbihkan dengan banyaknya bukti dan janji-janji yang terbengkalai. Kadang Janji-janji hanya diajdikan sebagai alat untuk memebuat tenang seseorang ketika bergejolak. hari ini heboh dengan pola mutasi yang cenderung masih diliputi warna nepotisme dari sebagian birokrat-birokrat tua yang sudah lama berkuasa. Disadari apa tidak hukum baku sebagi seorang birokrat, ABS, menjilat dan sebagainya sudah terpaku dan terpatri kedalam perilaku para birokrat kita. maka tak heran ketika mereka berkuasa dan punya kuasa bertindak sesuka mereka layaknya titah sang raja. Tapi apalah itu bullshit dengan itu semua. bahkan kata seorang teman, menjilat pun harus tahu stateginya, biar pas jilatannya terasa ^____^ *ngakak bukan hanya sembarang menjilat secara membabi buta. Ya itulah negeri kita, KKN sepertinya sudah mengakar dan membelit bagaikan tumor yang berkembang sedikit demi sedikit. Kalo ngomongin ginian, gak bakalan habis karena kita senidri menajdi bagian dari sebuah birokrasi itu. Suatu ketidakpastian yang sudah di ikrarkan dan disanggupi tanda tangan diatas sebuah meterei 6000 rupiah. bersedia ditempatkan di negeri Indonesia bagian manapun, sebuah perjanjian ketidak pastian dirimu akan hidup dan tinggal, setahun dua tahun bahkan mungkin sampai masa pensiun. sekali lagi membuktikan teori bahwa Menjadi PNS bukan sebuah kepastian melainkan semakin mempererat dirimu dengan sebuah ketidakpastian ^_____^

Thursday, May 5, 2011

Telor Mata Sapi

Telor mata sapi, yang bertelur Ayam namun yang dapat nama adalah Sapi

Falsafah dari hidup, apalagi jaman sekarang disaat persaingan mulai menghembuskan aroma ketidakjelasan. Falsafah hidup yang seperi dikatakan oelh om Rekoko :), ketika diri anda yang bekerja keras namun orang lain yang mendapatkan penghargaan dari hasil kerja kerras anda. F.U.B.E.R Fuck Up Being all Recognition :P tak semudah itu, keringat sudah terperas dan sang ayam hanya bisa senyum kecut :) ayam tak bisa semudah itu menerimanya. Budaya macam inilah yang kadang menjamur. Sang Protagonis terkubur oleh sang antagonis :) dan sebuah cerita akan kacau tak menuruti skenario yang sudah terencana dengan matang. kejadian seperti inilah yang sering kita jumpai dan kita saksikan sendiri. Hari gini strategi licik dan super jahat menurutku, males mengeluarkan keringat dan mengakui keringat orang lain demi mengeksiskan dirinya dalam mencapai apa yang diinginkan. Sepertinya siapapun pasti sulit menerimanya, Dan sepertinay sang ayam marah dan bersiap mencekik sang sapi yang sedang tertidur lelap melahap keringat si ayam :)

Be A Man Not A Boy

Menyadari satu hal, menjadi seorang pria sebenarnya merupakan bagian yang berat, menapaki tahapan-tahapannya pun terkadang masih terasa berat. kadang dengan bangga mengaku "i'm a man not a boy" padahal dalam kenyataannya masih rapuh dan kurang tahan banting menghadapi hidup. Aku bilang menjadi seorang pria itu berat, menjadi anak laki2 itu begitu mudah. Menjadi Pria berarti harus sadar sepenuhnya apa itu tanggung jawab, apa itu kewajiban yang harus dikerjakan dan apapun halangan dan rintangan yang harus dihadapi. Dua puluh tujuh tahun sudah, sepertinya belum begitu tangguh menghadapi dan melalui rintangan hidup. Sebentar lagi pun akan ada tanggung jawab yang besar. kalo boleh dibilang cinta juga sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap orang yang telah kau berikan harapan-harapan dari kecil sampai harapan yang membuat terlena.Dan kelak kamu harus mempertanggungjawabkannya. Dan terus belajar menjadi tangguh adalah tahapan yang seharusnya bisa dilakukan untuk belajar menjadi seorang pria yang sebenar-benarnya.Perlahan namun pasti semoga itu terjadi.kelak kau bisa mengenggam dunia.