Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Wednesday, April 29, 2015

Menimang Diri

Sudah cukup lama rasanya, mencoba berkarier sebagai birokrat di Instansi ini. banyak Perubahan kurasakan, yang jelas perubahan yang membawa kita kearah yang lebih baik. Dan sampai pada detik ini, jika merunut dari perjalanan organisai ini saya katakan sudah dalam track yang benar. Mungkin ada beberapa kelemahan dari sistem yang sudah dibuat sedemikian hebatnya oleh rekan-rekan penguasa jaringan dan teknologi dan dari hebatnya ide dari para pemikir. Sedikit gejolak riuh rendah sering terdengar baik secara internal maupun external, sekarang kita hidup di era yang berbeda. Era dimana orang tidak bisa bermain rahasia-rahasiaan lagi. Era dimana menulis sajak buat kekasih adalah sebuah kenorak-an tersendiri. Dan itulah perkembangan, dimana kamu bisa mengikuti apa tidak, jadi pemain apa penonton dan jadi pengembira atau hanya sebatas numpang lewat numpang nama tanpa menorehkan sesuatu yang berarti.
NO NO NO....
Aku tidak ingin menjadi seperti itu, berdiam diri dan hanya melihat dan ikut bertepuk tangan , hanya jadi penonton yang ikut senang jika para pemain yang kita dukung menjadi juara maupaun penonton.
Ah sudahlah, kepercayaan diri bahwa aku adalah orang yang hebat mulai meluntur seiring dengan berjalannya waktu yang terasa lambat, jika terasa cepat kita isa mnikmatinya dan jika terasa lambat itu adalah suatu pertanda, jika hidupmu tidak asyik, Bukankah Mbah Tedjo pernah bilang : Tuhan Itu Maha Asyik.
menimang diri, pantaskah? patutkah? dan yang penting masih mampukah?
bersaing meraih bintang? ah sudahlah






sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, June 25, 2013

Emosi Jalanan

Ketika rush hours melanda, macet terpampang nyata dan waktu mengejar dengan cepatnya. Tak ada solusi nyata dari penguasa untuk membuat rasa sempit karena macet menjadi lega. Tak sedikit rupa berubah jadi murka ketika menghadapi jalanan yang seolah padat dengan berbagai macam roda. Roda empat untuk yang sedang berjaya dan roda dua untuk yang berusaha bertahan hidup atau hanya menjadi solusi sementara memenggal waktu?.Darah pun mendidih dan lebih sering terkoneksi dengan lidah dalam memproses kata tanpa makna dan tujuan apa arti saling menghormati antar sesama. Pelan terinjak, lantas apakah harus selalui mendahului waktu yang ada. Ah Durjana, emosi jiwa pun meledak tatkala beberapa pemicu yang sebebnarnya sama seperti yang sering kita lakukan terhadap pengendara lainnya. Inti dari semua itu adalah saling menghormati. Pernah juga pagi hari hampir saja saya berantem sama sopir taksi karena hal sepele, mungkin dia merasa kesenggol kaca spionnya walaupun tak ada lecet sedikit pun, untungnya masih pagi, pokiran masih dingin dan masih jernih memanage emosi.Dan beberapa kesempatan pun tak berbeda pula scene emosi jalanan. Kosakata yang tak pantas terucap terkadang terlalu akrab dengan beberapa mulut yang tersulut emosi, emosi jalanan yang menggila. Seolah-olah kita ini hidup di rimba, seperti hewan tanpa akal yang jadi sehina-hinanyany manusia. Bukan dari latar belakang yang berbeda tapi beberap scene emosi jalan pun saya pernah terhenyak, ketika melihat seorang ibu-ibu berjilbab(yang terlihat sopan) terpancing emosi jalanan beradu argumen tanpa harah yang menjurus pada terciptanya umpatan, makian dan beberapa kata yang tak layak untuk seorang dengan tmapilan seperti itu. Harusnya penuh sensor.dan akhirnya pun tanpa ada solusi, sudah sama-sama rugi, dosa pula dan kerusakan itu menjadi bukti nyta dari sebuah hasil karya emosi jalanan yang menggelora. Mungkin kontrol diri sangat penting menghadapi seperti itu,tapi kalo darah sudah mendidih, panas macet sudah berkolaborasi dan sedikit gesekan saja bisa merubah situasi yang adem ayem menjadi situasi yang tensi tinggi dan kembali lagi, kosakata yang harusnya tak lulus sensor dari mulut kita lolos begitu saja, apalagi ketika tanggal tua :). pesan saya jaga emosi ketika berada di jalanan, jangan sok jagoan dan selalu hormati pengendara lainnya agar percikan itu tak jadi apai kemarahan yang membakar kayu menjadi abu.jangan sampai berujung menjadi pidana !!!  


sometimes a question more powerfull than answer

Saturday, May 25, 2013

Referee decision

L.I.F.E ..somestimes like referee decisions, Fair or Unfair for Us

kalo dari nadanya sih pasti rasa kecewa sedang datang. hehehehehe. tapi yasudahlah itulah hidup. Kita sudah berusaha dan berdoa yang diatas yang menentukan. bijak saja menyikapinya, jangan sampai berprasangka buruk kepada siapapun, ada yang lebih buruk dan gak fair diluaran sana.jalan hidup yang mesti berlaku, harus dijalani dengan ikhlas dan jangan ada prasangka yang berlebihan.  Nerimo ing pandom, menerima apa yang berlaku terhadap kita. kalo kita mikirin wasitnya terus, mungkin unmpatan akan selalu keluar dari mulut kita. meskipun hidup bukan pertandingan bola, tetap aja wasitnya kadang ngeselin. Salam semangat

sometimes a question more powerfull than answer

Monday, March 11, 2013

Puncak Karier

Boleh jadi sekarang saya sedang di puncak karier :). tapi bukan berarti saya menduduki jabatan tertinggi atau memegang suatu kuasa tertentu. Menurut Pakbeh bisa jadi keadaannya seperti ini. jika upahmu lebih tinggi dan tidak sebanding dengan beban kerjamu, itu bisa jadi puncak kariermu. Kalo dipikir masuk akal juga huehuehuehueue. Saya sedang dipuncak karier :) seneng banget, entah ini seneng stress or senyum kemenangan. Tapi ada benernya juga Jujur saya terpingkal-pingkal kalo dengar pernyataan ini, cukup menggelitik dan selalu bikin hahahahahahahha. Jika saya menilik keadaan yang terjadi terhadap diri saya, rasanya saya harus mengamini, mensyukuri dan menyadari jikalau saya sedang di puncak karier.Dengan Beban kerja yang boleh dikatan ringan dan gaji yang masih diatas UMR DKI Jakarta yang tergolong Wow, tidak diragukan lagi jikalau dari semua yang saya sebutkan itu, dengan mudah saya simpulkan bahwa saya sedang di puncak karier. * nepok dada. Ini bukan tulisan orang sedang stress lho, tapi kalo dipikir-pikir ada benarnya juga khan?. Ketika orang bekerja dan berusaha yang paling dicari ya penyataan diatas, kerja gak keras, tapi gaji melimpah, hasyeeeek.


sometimes a question more powerfull than answer

Sunday, March 10, 2013

Compromise & Collaborate My Ego

Dini hari, ketika lelap masih dominan menguasai. Jika termenung adalah membuang waktu lalu apa pekerjaan lain yang tidak membuat waktu itu menebas dengan kuatnya.Aku sudah bosan mengeluh dan mendengar keluhan. Dan itu manusiawi, dimana hal yang lumrah mengalir apa adannya. Setelah sekian lama terdengar janggal memang jika percobaan mengkompromikan ego dengan secangkir kopi, mengkompromikan kondisi dengan dasi dan mengkolaborasikan kejenuhan dengan basa-basi. Sempat berpikir untuk brhenti berharap, kepercayaan terhapus dan terkikis sekali lagi oleh polusi kota ini. Bermimpi pun sekarang, bukan tak berani, namun seolah mimpi dan realitas enggan berjalan bersamaan apalagi berjalan bergandengan tangan. Ah Pendosa, sampai kapan dan entah sampai kapan selalu memandang luasnya dunia ini dengan sudut yang cukup sempit? lalu kapan kau akan mencetak goal-nya ? ada hanya nyaman sebagai penghangat bangku cadangan ?, nyaman bergaji tinggi namun harus melawan bosan, atu mungkin tepatnya seperti itu? dibayar untuk bosan tanpa bisa harus menghindari karena aturan. sabar-sabar suatu saat kau juga akan bisa, akan hadir masa yang kau inginkan dimana Ego sudah nyaman berjalan dengan kondisi sekarang. 




sometimes a question more powerfull than answer

Monday, October 22, 2012

What's Your Plan?

"dalam hidup kita harus punya rencana cadangan, yang disebut plan B, biar ketika plan A tidak jalan, kita gak jadi kehilangan dan binggung harus mengerjakan apa? " MES


Sebuah pitutur tepatnya, pitutur dari seorang yang telah terlebih dahulu mengenyam asam dan asinnya garam kehidupan. Sesekali saya mengingat beberapa pitutur yang terucap begitu saja, menunggu saat yang tepat untuk dikeluarkan. Seperti Plan a plan B dalam menghadi kehidupan. Kebanyakan rencana hidup yang besar dan yang paling kita inginkan kita sebut dengan plan A. Banyak hal, banyak rencana dan banyak cara untuk melaksanakannya. Jika ada rencanalain maka kita gak perlu binggung dan ketakutan menghadapi hidup yang sebetulnya tidak terlalu sulit :). Untuk saat ini saya masih pede jika hidup itu tak terlalu sulit untuk dijalani.Meskipun rencana a dan b saya sudah gagal semua :P. jadi sekarang menjalanihidup tanpa rencana, jadinya ya hahahehe setiap saat, seperti mengabsahkan suara-suara sumbang yang mengiyakan jika masih terlalu hjau mengarungi asam garam kehidupan.Ya mau bagaimana lagi semua rencana sudah tidak berada dalam track yang benar, dan sepertinya banyak halangan yang ada semacam hujan deras disirkuit Sepang malaysia kemarin, dan perlombaan harus dihentikan, yang terdepan tetap sah jadi seorang pemenang. Ya semoga saja rencana itu bisa dihidupkan lagi dengan  bantuan yang ngecat lombok :)







sometimes a question more powerfull than answer

Friday, May 18, 2012

Pahit tapi bukan jamu

Entahlah, apakah aku hanya lelah sebagai pelengkap penderita untuk jangka waktu yang lumayan lama. Hanya jadi pelengkap yang tak kunjung berkarnya, atau aku yang tak mampu mengemban tugas baru? jujur aku tak tahu seolah aku mulai mencari-cari si kambing hitam yang telah merayuku dengan manisnya. Tak mungkin kukembalikan waktu ataupun ketemukan kembali rasa percaya itu. semua itu bohong, semua itu hanya bualan yang tak pernah kusadari jika itu bisa semakin lama menggekangku. Seolah hanya melengkapi daftar hadir untuk menyegerakan waktu supaya cepat berganti bulan baru dan sedikit menghibur kepenatanku karena kau bisa lepas dari segala kerumitan kecil tentang kehidupan. Terjebak diantara para birokrat ulung yang terkadang mementingkan diri sendiri, entahlah mereka takut akan diriku atau hanya antisipasi atau aku sebenernya belum siap karena belum kapable mengemban tugas itu. Jari tengah yang mewakili kehadiranku di gedung mewah itu. sekali lagi aku masih merasa dikhianati oleh kebaikan dan itu sakit. Entah berapa lama lagi aku sanggup menyembuhkan luka itu. Ah cemen, lihatlah teman-temanmu yang berada diujung pulau sana, apakah mereka mengais dan mengeluh diri? aku yakin pasti tapi mereka entah itu ikhlas atau terpaksa menjalani. tapi yang namanya manusia,jika tak ada keluh, terlalu sempurnalah hidup ini dijalani.lihat kebawah jangan ke atas, niscaya sanubarimu bergemuruh untuk mengucapkan rasa syukur yang mencoba membahana dari tiap sendi kehidupanmu. masihkan aku letih? memikirkan semua yang telah dijalani dengan nyata.kenapa harus kebaikan yang mengkhianati? atau itukah jalannya hingga menuju jalan hidup yang sempurna. 00:25 ketika musik sucker head dan rajasinga berkumandang. Aku bertaruh untuk diriku untuk semua kenyataan ini, pahit tapi bukan jamu.






sometimes a question more powerfull than answer

Wednesday, May 2, 2012

Luka



Seringkali kita merasa tidak ikhlas dengan apa yang terjadi dalam hidup kita, apalagi jika skenario yang  tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.Kalo kata bang bagus netral kita ini adalah artisnya. Sayang, tekadang artis sering merasakan luka. Sang artispun berupaya seolah-olah bahagia, meskipun bahagia adalah default diri kita. Tak menyadari apa yang telah diberikan seharusnya dinikmati dengan seksama hingga rasa syukur secara otomatis mengalir dari lubuk sanubari. Bagaimana jika sang artis mengalami sebaliknya?,.yang ada hanya timbul luka, luka dan luka yang semakin lama membekas dan terasa perih jika diingat.Mengingat satu luka, luka ketika menjadi bagian dari rencana orang lain. Seolah skenario diubah oleh pemilik rencana hidup kita. Sepertinya pahit, tapi bukan jamu. Entah kata apa yang cocok untuk menyebutkan hal itu. Mengingat Luka seperti menyadarkan kita betapa kejamnya hidup dan tanpa melirik sekalipun indahnya hidup. Sang Artis terlanjur luka untuk kesekian kalinya, meracau sendiri karena tak ada lagi yang dipercaya. merasa Dikhianati oleh kebaikan.jujur, luka lebih terasa jika yang menghianati adalah kebaikan. Dan seperti biasa yang bisa menghapus luka hanya waktu, dan sang artis sangat memerlukannya. Aku meracau ketika galau 



sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, December 20, 2011

Engkau lelaki kelak sendiri

Salah satu lagu dari bang Iwan Fals ini membuatku tersenyum dan membimbingku memahami arti dan beban yang disematkan Pencipta ketika kau terpilih menjadi seorang laki-laki. Aku tak mau berpendapat perihal perempuan kali ini. Jika diuraikan dengan kata, jika beban tersematkan itu di uraikan dan di deskripsikan tak sesulit membuat artikel 300 kata . Laki-laki itu tercipta untuk melindungi sang hawa, sebagaimana adam, menjaga kehormatan wanita bukan malah menjadi sebuah ancaman. Lelaki kelak sendiri menanggung beban hidupnya dan beban hidup orang lain yang menaunginya dengan cinta dan kasih sayang yang terkadang sulit dipahami oleh dirinya sendiri. Terkadang ada lelaki yang cukup mudah memahi aura cinta di sekelilingnya namun ada juga yang perlahan tersentuh dan ada juga yang bebal. Beban lelaki akan bertambah ketika dunia mengujinya dengan berbagai tumpukan masalah yang jika dibiarkan akan meletup seketika bagaikan larva gunung gamalama. lelaki itu harus cerdas menyikapi dan mencari solusi bagi yang dinaungi karena kelak dia sendiri. Meskipun berat Engkau lelaki jangan mudah menyerah dan putus asa atau berpikir untuk me reshufle kelamin, Engkau lelaki diciptakan dan ditakdirkan untuk mengalahkan semua rintangan, meringankan berat beban dan sepanjang hidupku kelak akan memahami keberadaan lainnya dan menyadari kesendirian akan datang, ketika serangan bertubi-tubi menghantam. Engkau lelaki ingat, kejantanan bukan  berarti selangkangan tapi bagaimana menjadi seorang pemenang. Engkau lelaki yang kelak sendiri tak harus mempunyai pahatan bisep dan trisep yang indah, karena indahnya pahatan bisep dan trisep tak mewakili kekuatan yang ada dalam dirimu. Yang jelas engkau lelaki yang kelak sendiri tak harus minum extrajoss dan kukubima tiap hari untuk jadi Laki dan Rosa.^_____^


sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, December 13, 2011

Am i still na4sing4-ers?

Am I Still ?


Terasa aneh memang, jika mencoba menganalisa dan mengingat satu persatu tautan peristiwa dalam beberapa bulan terakhir. semua mengalir begitu cepat dan terasa dengan kesadaran yang fluktuatif dan bergejolak bagaikan harmoni yang tak beraturan.Mencoba memahami arti sebuah sesuatu yang sangat berharga, berikatan dinas selamanya dan melekat dihati bagai benih yang tumbuh subur menjadi sebuah pohon kecil, tumbuh lagi dan akhirnya berbuah lebat dan terasa manis, asam,asin,pahit dan umami. Terasa lengkap dan melengkapi. Aku teringat ketika sesuatu itu tumbuh, ada canda ada tawa, ada tangis ada duka dan semua terasa bahagia.dan untuk beberapa saat, ketika pressure mengelayuti salah satu individu yang sedang dilanda fenomena dalam hidupnya. Dia mencoba menjauh dan mencoba menemukan jembatan untuk menjembatani satu ujung dengan ujung yang tak ada habisnya, dan sayang jembatan itu bernasib sama dengan golden gate kukar, rapuh dan ambruk, hanya tinggal tiang utama yang menyangga karena individualisnya.Hiperbolis dalam sebuah pengungkapan, tak menyadari dan ataukah baru tersadar dari segala amarah yang tercipta dan rasa kecewa yang membahana berduet dengan kaburnya harapan yang menurut dia indah, dia melupakan sesuatu hal dia punya sahabat, sahabat sejati yang selalu tinggal dalam hati seperti kata Cut Mini dalam film arisan 2. Bukan khilaf dan keinginan untuk menghindar, tapi rasa sensitif akan tumbuh subur dalam keadaan seperti itu, bagaikan jamur panu yang tumbuh diatas kulit yang tak terjaga kebersihannya. Jiwaku sedang tidak bersih karena luka, luka yang tak bisa diajak bercengkerama dalam batasan normal, sepertinya mengigit sakit dan merangsang rasa sensitif dalam diri.Ah seandainya kebodohan ini tak terungkap, sungguhpun aku berharap bisa berbagi dengan sedikit cerita bersama kalian semua. Sementara, kata maaf masih menjadi delegasi dari sebuah keadaan dari semua ini. maafkan aku sobat, semoga tak terlambat. Mungkin hidup kurasa semakin berat dan aku butuh obat, sayang aku menyia-nyia kan obat itu karena ke-egoanku. 


catatan kecil lagi gak bisa mikir  :
*) jika me + sia-sia  = menyia-nyikan atau men-sia-siakan? 




sometimes a question more powerfull than answer

Friday, December 9, 2011

sesuatu


Seperti diantara air yang mengalir, diriku sekarang kusematkan. Memposisikan diri sebagai "sesuatu" yang dengan pasrahnya mengikuti aliran air, tak seperti ikan. Aku berpikir dan digelayuti ragu yang dengan merdunya berduet dengan kepasrahan atau apapun itu. Rencana yang begitu hebatnya dengan tulisan sakti bisa lebur. Memulai dari nol lagi, ketika dimana aku harus mengenalkan diri dihadapan satu persatu pemegang status quo dalam sebuah tempat. belajar satu hal baru yang sebenarnya lama, mengurai cerita dan sejenak menghirup kebebasan dari sebuah rasa bosan. Sesuatu yang baru , dengan terpaksa menyuntikkan semangat untuk menjelajah dan mencoba memahami deret demi deret aturan yang berkesinambungan. mencoba mengakrabi suasana rapat yang kurasa sebagai battle field bagi seorang birokrat yang kebetulan di labeli terpilih. Mendengar dengan kuping dan mengamati para birokrat yang terpilih itu mencoba mengelabui sekat-sekat ketidak pahaman atau cuman berlagak?. Aku tak tahu yang jelas dengan itu aku bisa tahu rasa snack seharga maksimal SBU itu dengan status sebagai undangan. Sekarang pasrah mungkin kata yang tepat untuk di sematkan ke dalahdiriku. Aku tak percaya lagi dengan buaian dan kicauan yang seolah-seolah mendekatkan kepada rencana besar yang aku buat. Mungkin rencana besarmu masih menjadi bagian dari rencana orang lain, dan jika tidak ingin menjadi bagian dari rencana orang lain, bikin rencana sendiri (quote dari kang rangga umara - pemilik pecel lela). Dalam galau dewasa, galau yang tak memikirkan apa itu kesenangan sesaat atau malah galau tingkat dewa. dimana terlukiskan dalam sebuah wajah, dimana beban itu tergambarkan jelas dalam setiap senyuman yang terasa kurang manisnya. ^____^. sesuatu banget dah....alhamdulillah ya syahroni banget.


sometimes a question more powerfull than answer

Saturday, July 2, 2011

Kue Cucur (curahan bau kencur)

Hey kue cucur, curahan-curahan ancur akhir-akhir ini, terload lama ketika berusaha menceritakan, karena ragu mau diceritakan sama siapa. Kalo dibilang boring is killing you, mungkin ungkapan yang benar. Gak banyak yang bisa me-manage rasa bosen yang membeku dan membuat kita terjebak dalam zona nyaman tentrem tapi tidak kertoraharjo. Susahnya menerka hidup, seperti susahnya menebak nomor togel yang beberapa kali melambungkan mimpi yang belum tentu pasti. kalo dibilang wujudkan mimpimu? kadang tergeh-ngeh dan mantuk-mantuk seolah2 berpikir berat, berpikir tingkat dewa, apalagi kalo sedang galau gak jelas, serasa galau tingkat dewa. Syndrom-syndrom baru bermunculan, setelah syndrom rapat mendominasi penderitaan saya, entah akhir2 ini saya malah merasa sedikit nyaman,rasa syndrom itu berkurang, bukan karena snack box yang nilainya mkasimal sepuluh ribu rupiah tapi bisa mengamati dnegan seksama apakah yang ada dipikiran orang lain, meskipun kadang hanya mantuk-mantuk pura-pura ngeh apa yang sedang dibahas padahal otak sedang gak connect mikirin hidup yang gak ada tantangan tapi bebannya terasa berat.
Terkadang harapan yang saya pikirkan terlalu muluk-muluk hingga melunturkan motivasi untuk out dari zona nyaman seperti yang saya rasakan sekarang.hanya motivasi kecil salah satunya ketakutan menerka hidup dibawah nauangan ketidakjelasan. banyak hal yang bisa dipirkan namun tidak mudah mewujudkan. Dari dulu selalu terbuai dan tertipu oleh buaian mesra mimpi-mnpi yang mengikis motivasi untuk keluar dari zona nyaman. tapi apakah aku siap, apakah aku mampu? kalo pede sih mampu apa sih yang gak bisa dipelajrin?. Masalahnya timbul satu satu lagi pikiran heat yang memerlukan skill dewa buat menemukan solusi jitu.Gw baru percaya kalo hidup itu bukan bermalahan dengan banyaknya dan penuhnya tantangan, tapi kelamaan mikir yang bisa mengaduk-aduk dan dari situlah timbul rasa galau, resah dan gelisah. Kue cucur anget-anget,curahan lu ancur banget.


sometimes a question more powerfull than answer

Monday, June 13, 2011

Tentang sebuah ketidakpastian (again)

Semakin menyadari menjadi seorang pegawai negeri sipil alias PNS adalah harus siap menghadapai sebuah ketidakpastian. Bukan satu kali atau dua kali, namun sudah beberapa kali menyaksikan keidakpastian itu singgah didepan mata. melihat dengan sadar dan pelajaran itu semakin ditasbihkan dengan banyaknya bukti dan janji-janji yang terbengkalai. Kadang Janji-janji hanya diajdikan sebagai alat untuk memebuat tenang seseorang ketika bergejolak. hari ini heboh dengan pola mutasi yang cenderung masih diliputi warna nepotisme dari sebagian birokrat-birokrat tua yang sudah lama berkuasa. Disadari apa tidak hukum baku sebagi seorang birokrat, ABS, menjilat dan sebagainya sudah terpaku dan terpatri kedalam perilaku para birokrat kita. maka tak heran ketika mereka berkuasa dan punya kuasa bertindak sesuka mereka layaknya titah sang raja. Tapi apalah itu bullshit dengan itu semua. bahkan kata seorang teman, menjilat pun harus tahu stateginya, biar pas jilatannya terasa ^____^ *ngakak bukan hanya sembarang menjilat secara membabi buta. Ya itulah negeri kita, KKN sepertinya sudah mengakar dan membelit bagaikan tumor yang berkembang sedikit demi sedikit. Kalo ngomongin ginian, gak bakalan habis karena kita senidri menajdi bagian dari sebuah birokrasi itu. Suatu ketidakpastian yang sudah di ikrarkan dan disanggupi tanda tangan diatas sebuah meterei 6000 rupiah. bersedia ditempatkan di negeri Indonesia bagian manapun, sebuah perjanjian ketidak pastian dirimu akan hidup dan tinggal, setahun dua tahun bahkan mungkin sampai masa pensiun. sekali lagi membuktikan teori bahwa Menjadi PNS bukan sebuah kepastian melainkan semakin mempererat dirimu dengan sebuah ketidakpastian ^_____^

Thursday, March 17, 2011

Memanusiakan Manusia

Teringat perkataan Sultan Hamengku Buwono XI ketika dalam acara Kick Andy pada tahun 2009 dulu. Ketika sedang marak-maraknya pencitraan diri para calon presiden di negeri ini. Pencitraan diri itu penting, di negara yang "mungkin" gak jelas jluntrungannya ini. Beliau berkata kalo tidak salah intinya kita harus memilih pemimpin yang bisa memanusiakan manusia. Memperlakukan manusia sebagaimana layaknya manusia. Dalam kehidupan sehari-hari terkadang seringkali menemui manusia yang kebetulan punya posisi yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya bertindak semena-mena terhadap orang yang notabene tak punya atau lebih rendah posisinya dibandingkan dia. Memanusiakan manusia bukan hanya sekedar menghargai dia itu ada maupun eksis, kalo masalah ke-eksisan baiknya berkaca pada social media macam facebook, twitter dsb. Tentang worklife, barusan RDP illegal alias dengar pendapat para Satpam, OB dan CS yang notabene posisi mereka dalam statuta dan struktur organisasi mungkin tidak tercatat maupun tidak ada. banyak keluh kesah dari mereka, selain masalah ekonomi yang mendominasi, lebih banyak lagi didominasi oleh perang perasaan sebagai manusia yang terkadang lengah termanusiakan oleh yang lain. Ketika pertama kali mendengar keluhan salah satu OB di kantor, sebenerna saya tidak kaget karena disini bermacam-macam karakter pegawai yang masing-masing mungkin menyematkan diri dengat sifat-sifat yang mahmudah maupun madzmumah. Ada yang dermawan ada yang pelit, ada yang lucu ada yang belagu, ada yang baik ada yang kurang baik, ada yang bermuka dua ada yang apa adanya. Selayaknya menyadari hal beraneka ragam dari pelbagai suku di Indonesia ini. bukan mendiskreditkan salah satu suku, karena ini bukan blog SARA. Mungkin terlalu enjoy dengan sebuah kenyaman dan terkadang mengusik dan lupa memperlakukan sesama manusia sesuai hak-nya. yang lebih parah lagi manunya se abreg tapi tak mau keluar biaya, maunya ditanggung ma negara ini. Birokrat dan Kleptokrat ini beda-beda tipis kalo kita tak bisa memperlakukan dan menghormati diri kita sendiri. Manusia bisa menjadi makhluk yang paling tinggi , paling dihormati derajatnya, namun bisa pula menjadi makhluk yang hina dina dan cuih cuih. tergantung kita. Ketika dengar pendapat itu berlangsung sepertinya, jawaban dari pertanyaan saya itu mewakili segala rasa yang dirasakan atas perlakuannya selama ini. hanya kesimpulan sederhana : OB juga manusia, punya rasa punya hati manusiakanlah dia. Seperti hukum timbal balik, salam satu jiwa ^____^



sometimes a question more powerfull than answer

Thursday, February 24, 2011

Etika Blogging

Satu hal lagi yang bikin mata saya terbelalak dan terkejut perihal seorang blogger yang notabene sesama alumnus kampus jurangmangu. Akhir-akhir ini menjadi trending topic dikalangan para pegawai.Dan baru tahu minggu kemarin. Perihal kemampuan orang menuliskan dan menuangkannya dalam sebuah blog, blogging juga harus punya etika kawan. Tertuju pada seorang blogger yang satu almamater , aclak yang disadari atau tidak punya jejak yang sama, satu almamater dan sekarang satu instansi, beda kantor saja. Setelah membaca kesana-kemari dan mengamati beberapa tulisannya, sepertinya saya menyimpulkan kalo sebagi seorang blogger pikirannya cetek sekali. saya lebih condong menilainya dengan (maaf)  blogger lebay dan labil dimana dari cara dia mengungkapkan tanpa didasari etika sama sekali. banyak seklai pisuhan dan makian. Mungkin kemampuan seseorang berbeda dalam menghadapi stressing. tapi tak perlu lebay dalam menyikapinya. Entah tingkat stressing yang berbeda ataupun ketahanan dia dalam menghadapi keadaan stres itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri juga kadang blog dijadikan ajang curhat bagi seseorang. Mungkin saya juga pernah memposting sebuah curhatan yang kadang kalanya perlu saya ceritakan disini tapi tetap, beretika. Etika menulis yang bisa diakses oleh publik dengan mudahnya, hanya perlu internet dengan kecepatan pas-pasan semua orang bisa membacanya. kalo mau hanya orang-orang tertentu yang bisa saja cukup atur konfigurasinya. Mudah bukan Etika dalam nge-blog sangat diperlukan, bukan hanya jadi ajang babibu tanpa etika sama sekali, karena tak ubahnya seperti pepatah mulutmu harimaumu, blogmu juga harimaumu yang mencerminkan sikap Kepribadianmu kawan. Happy Blogging till end of time. Salam Blogger :)




sometimes a question more powerfull than answer

Friday, February 18, 2011

Galau

Seolah pikiranku melayang ke hari itu, hari dimana sebuah langkah baru akan dimulai, hari dimana semua masa ber-rendezvous ria , terkenang dan hanya bisa berusaha melepas  kumpulan kisah dengan indah. Satu hal ketika semua beban bersekutu menyarang diriku, seolah aku terkepung dalam tekanan dan seberat-beratnya ujian. Dari semua sekutu itu membuatku merasa takut menghadapi sebuah hal yang paling sulit diajak bernegosiasi dengan hati dan perasaan. bagiku semua itu harus diselesaikan, beban itu harus dikurangi biar bisa tegak  dan tidak bungkuk punggung jiwaku ini. Setidaknya ada satu hal yang selama ini menyembunyikan sebuah tabir rahasia dan mulai terkuak oleh sepasang senyuman dua pemuda-pemudi yang merasa telah diridhai. Kepastian yang membuat dua hati menunggu begitu lama hingga terkadang salah melangkah dan hampir melewati sebuah dogma dan norma, meskipun sekedar menginjak batas. Hal yang sebaiknya dipikirkan secara matang, strategi yang membuat jiwa ini mampu bertahan menghadapinya, bersakit-sakit ke dahulu? inginku tak bersakit-sakit menjalani sebuah proses alami dari seorang Pria, seorang pria yang ingin membuktikan kepada dunia khususnya kepada dirinya bahwa dia sebenar-benarnya pria. 




sometimes a question more powerfull than answer

Laskar Pantang Pulang Sebelum Padam

17.hampir 30 menit, ketika diruangan ini tertinggal hanya laskar pantang pulang sebelum padam. Kenapa disebut laskar pantang pulang sebelum padam? segerombolan pemuda dan kebanyakan masih single yang asyik mempergunakan fasilitas negara untuk bermain sebuah mainan yang membuat pria akan selalu tetap menjadi anak laki-laki, boys always be boys meskipun sudah beranjak dewasa dan menjadi seorang pria :). Karna batas waktu di luar jam kerjalah kita bersuka-suka memainkan permainan ini tanpa rasa was-was dan tenang dan kemampuan bermain akan terlihat dengan benar-sebenar2nya, kecuali kalo curi-curi jam kerja ^_____^V. Tepatnya disebut sebagai pemuda yang belum menemukan teman hidupnya tapi ada juga bujangan lokal yang hanya pulang tiap sabtu-minggu. kesepian ? tidak juga :) kebanyakan belum melewati salah satu masa2 kepastian itu. Berjalan dan berlari sesuka hati, bernyanti dan memainkan jari sesuka hati , menjelajahi perkembangan teknologi di bidang game PES 2011 yang menjadikan permainan bola seolah-olah nyata dan kita ikut terlibat didalamnya. Pantang pulang sebelum padam, kalo lampu kantor belum mati ya kit a belum pulang. Menghilangkan kepenatan hari ini dari tupukan pekrjaan yang terkadang datang bersama sekutunya. Tak mudah memeang menjalani hidup di kota besar, sendiri. Tanpa keluarga tanpa kerabat satupun yang bisa mencenggangkan jiwa. Pantang pulam sebelum lampu kantor padam :P hehehehe



sometimes a question more powerfull than answer

Friday, January 14, 2011

Ibuku

Sudah hampir tiga hari dirawat inap di RSUD Pare, dan aku masih di sini , masyuk dengan segunung pekerjaan dan masyuk dengan hal-hal yang biasa terjalani tanpa harus di setting ulang lagi. Rutinitas yang telah membekap nafasku selama ini. Ibuku...jika aku mendiskripsikannya, ibuku adalah ibu yang terhebat didunia. Jangan lupakan bapak, tapi memang dia yang terhebat dalam keluarga kecilku. Aku lahir 3 bersaudara, kakak sulungku menghadap ke penciptanya ketika aku belum lahir. tinggal keluarga kecil ini. dan si Ragil merantau 770KM lebih dari rumah. Mungkin aku bukan tipikal orang yang sensitif dengan perasaan atau sentimentil seperti bapak,dan aku tidak tahu sifat dari kedua orangtuaku mana yang dominan terhadapku. ketika kakakku bercerita tentang bapak yang menangis ketika melihat ibu terbaring di rumah sakit, aku tahu itu cinta, cinta yang diungkapkan , meski aku dengar dari sebuah cerita makhluk yang bernama handphone.Tensi menjadi hal yang menggelayuti  ibuku saat ini, tensi  darah yang mendekati angka 200 yang membuat beliau masuk RS untuk petama kalinya. Mungkin hal itu di pengaruhi juga oleh gula darah yang juga ikutan meninggi.  Alhamdulillah beliau mulai membaik. dan semoga lekas membaik seterusnya. Sudah kudengar Candanya beberapa kali ini. dengan khas bahasa jawanya. sedikit banyak seperti ini percakapan ibu dan anaknya yang cukup lama tidak terungkapan, atau memang inilah cinta yang terungkap walau jarak nun jauh disana. hal yang patut aku garis bawahi ibuku berkata bahwa "Alhamdulillah masih sakit, masih disayangi ma Gusti Allah, masih ditegur. ya orang hidup itu harus mikir lee, kalo ndak mikir ya udah gak hidup lagi, ibu didoakan cepet sembuh ya lee .....". fuuuh sekali lagi aku semakin kagum dan menyadari ibuku adalah ibu terhebat di dunia dibalik kecerewetannya yang mencecarku tiada habisnya. membesarkanku dengan peluh yang kadang aku melupakannya. Love you Mom :) Semoga lekas sembuh dan sehat selalu. maaf saya belum bisa pulang (tanpa alasan yang jelas : dudul)



sometimes a question more powerfull than answer

PNS= Sebuah ketidakpastian

Postingan buat temen se-angkatanku TW yang menikmati hari-hari terakhirnya di Tempat Ini.
Sebuah ketidakpastian, kata ketidakpastian yang sering kudengar bahkan pertama kali kudengar dari my 1st Boss. atasanku, seperti itulah membekas sekali rasanya bila mengingat hal tersebut dan itu memang benar adanya. Menjadi seorang PNS seperti mengakrabkan diri dengan sebuah ke-tidakpastian. dan sebuah ketidakpastian akan datang bahkan secara tiba-tiba meskipun gaungnya telah lama terdengar. Sore ini ketika portal intranet membisikkan sesuatu dimata. Saat itu pula denggung yang telah lama didengar menjadi realita yang entah itu mudah ataupun sulit untuk diterima. Yang jelas gw hanya bisa menyalami sambil berkata gw gak tahu gw harus ngomong apa, congratulation or apalah itu. hanya dirimu yang tau apa yang aku rasa saat ini. Ingat teori ketidakpastian itu.The last man standing Here khusus buat angkatan kita , eh masih ada bang jainal sih, gak nyangka temen-temen se-angkatan gw cabut dari sini satu-persatu dan gw disini mengendap bagaikan pengapuran tulang heheheheh. Apalah itu , gw juga yakin suatu saat akan out juga dari tempat ini karena teori ketidakpastian itu. Setidaknya masih ada denggung yang terdengar . Selamat berjuang di tempat yang baru, semoga lebih sukses dan lebih baik.


sometimes a question more powerfull than answer

Tuesday, January 4, 2011

Batavia in myself

Rasanya sudah terbiasa ngomong Gue, Elo dsb. kadang juga sok ababil dengan ngomong kayak gitu meskipun intonasi medok jawaisme tak bisa dihilangkan dari lidah si jawa tulen dengan mana arab. Peradaban sebagai  penduduk batavia dimulai tahun 2002 lalu.Ketika papan pengumuman memberitahukan kepadaku bahwa aku lulus ujian masuk di salah satu perguruan tinggi kedinasan. Bila kuingat masa itu, sepertinya saat itulah Pede meter-ku menunjukkan angka tertinggi dalam skalanya. Dan ketika kuliah dimulai skala pedemeter itu mulai memudar dengan sendirinya, aku kalut dan terkejut dengan cekokan angka-angka yang membuatku hidup bukan dalam duniaku.Apalagi ketika angka IPK Mengendapkanku sebagai mahasiswa PMDK alias persatuan Mahasiswa Dua Koma seolah lagu-lagu Apuse dan daerah timur lainnya mulai berdenggung di telinggaku.Mungkin happy ending, di akhir aku mampu mengentaskan diri dan keluar sebagai anggota PMDK. Dan lagu jali-jali yang mulai nge-hits di telinggaku. dan hingga saat ini. Sudah kurencana dengan baik, dan ter-mapping dan selanjutnya bisa di becnhmarking dalam mengambil keputusan hidup. Ah rasanya sekejap kawan, tak sebanding dengan rupiah yang telah kugelontorkan untuk menikmati Batavia ini. Disinilah Lagu Bang Haji Rhoma Irama kuyakini kebenarannya (yang kayak makin kaya, yang miskin makin miskin). Bersahabat dengan macet, polusi dan berbagai hal yang menurut budaya jawa terkategorikan sebagai budaya yang tidak etis. masih beruntung tak mengenal dunia kelam batavia, mungkin hanya sedikit terpengaruh gaya hidup hedonisme dengan kadar normal.
Jika bercerita tentang dunia malam, aku tak mempunyai banyak referensi mengenai hal itu. karena aku tak sanggup bersahabat dengan angin malam Batavia. Rasanya mengigil dan badan terasa dingin bila terlalu lama bercanda dengan malam di Batavia. Dunia gemerlap yang terkadang menjadi topik utama dalam cerita para kaum urban juga tak bisa menembus box office duniaku. hanya terkadang mendengar cerita dari teman  tentang dunia gemerlap itu. Ah lupakanlah bagiku itu tak penting , meskipun terkadang musik ajeb-ajeb itu telah bersahabat dengan telinggaku, itupun hanya sebatas mampir di telinggaku,kecuali irama ajeb-ajeb ala Lady Gaga ^_____^. Lebih suka menghabiskan waktu dengan meng-capture tiap sudut kota ini dengan Niki-ku yang sudah mulai usang dan menikmatinya sambil menyeruput kopi dan dengan rakus mengunyah camilan, giliiiing wae !!!!!.Atau mencoba memahami donggeng-donggeng orang Luar Negeri yang telah sukses divisualkan dalam layar lebar yang tidak gratis dan anti pembajakan tapi tidak anti kemesuman. Donggeng yang luar biasa dan dikemas oleh para peracik macam Spielbeg yang mampu menghipnotis mata orang seluruh dunia. terkadang mereka menawarkan kebohongan dengan nikmatnya. Perlahan kaupun terbawa teman, lebih mempesona dibandingan memperhatikan kedua dada wanita :P. Setidaknya ada hal positif yang bisa diambil dari film yang pernah kulihat. Mem-benchmarking-nya dengan hidup yang telah terjadi dan bisa dijadikan pelajaran hidup, meskipuun teori formalnya telah kau kuasai namun terkadang banyak pelajaran tak terduga macam itu yang mempu membuatmu bertahan.

(to be continued)


sometimes a question more powerfull than answer