Friday, December 9, 2011

Belajar Usaha

Bewirausaha...kata yang akrab dengan para pegawai yang stagnant dalam beberapa hal dalam dunia pekerjaannya. Pasti banyak yang berpikiran dan binggung mau mengawalainya dari mana. Saya juga bukan seorang wirausahawan, namun ada keinginan untuk menjadi wirausahawan atau setidaknya membantu cita-cita istri saya yaitu jadi seorang pengusaha. Atas dasar itulah saya mencoba membantu sebisa saya untuk mewujudkan cita-cita istri saya. dan alasan lain, ingin mengaplikasikan ilmu ekonomi yang saya dapatkan di tiga kampus yang bebeda, dan membuktikan apakah seseorang yang pernah mendapatkan Indeks Prestasi cumlaude dalam satu semester bisa membuktikannya dalam dunia nyata? ^_____^.kalo ditanya posisi saya sebagai apa dalam belajar berwirausaha ini? kalo menurut saya biar lebih enak didengan saya sebut diri saya sebagai seorang konsultan tapi merangkap sebagai kuli dan pemodal ^____^. Langkah pertama memang begitu berat, selanjutnya ditanggung ketagihan berdasarkan yang saya alami, padahal untung juga belum, tapi jujur alangkah bahagianya saya ketika bisa mengawalinya. Seolah rasa yang selama ini membelenggu bebas dengan seketika dan yang paling penting saya berhasil mengawalainya. Moment yang pas ketika mendapatkan IHT motivator dari kang Zae Hanan dan Pak siapa saya lupa, yang jelas dia seorang apoteker. kalo saya simpulkan dari beberapa hal yang saya dapat untuk bisa mengawali sebuah usaha itu adalah sebagai berikut :
  1. Temukan antusias dalam diri anda, antusiame dan ketertarikan dalam usaha yang ingin anda jalani
  2. niat , ingat semua perbuatan itu tergantung pada niatnya :)
  3. bikin  target, walau kecil dalam sebulan anda harus bisa apa, menaikkan omset 
  4. selalu berpikir optimis, yakin akan apa yang akan anda lakukan akan menghasilkan sesuatu yang besar dan  terus semangat untuk peruhaban dan hidup yang lebih baik.
  5. percaya bahwa rejeki itu pasti akan datang, berdoa adalah kekuatan yang nyata 
  6. buang rasa ketakutan akan sebuah kegagalan, ingat banyak kesuksesan berawal dari sebuah kegagalan
  7. jangan dengar kata mereka yang mengikis rasa percaya anda untuk sukses
  8. buang rasa malu dan gengsi, rejeki yang ingin anda cari adalah rejeki yang halal, bukan maling ngapain malu?
  9. banyak bertanya pada pelaku lain, anda akan menemukan langsung dari sumbernya bisa dari internet , membaca buku atau mengobrol dengan narasumber
  10. jangan kelamaan berfikir mulai sekarang  sekarang !!

Semoga bisa menghidupkan gairah anda dalam berwirausaha ^_____^


sometimes a question more powerfull than answer

36

"Dan ketika nomor urut ketigapuluh enam itu menyebutkan namaku, aku tersadar aku masih jadi bagian dari rencana orang lain. Dan malam pun hening, seperti beban di kepalakubertambah berat, kuhapus semua rencana yang kubuat, dan beberapa huruf secara klasik terangkai dari mulutku : j.a.n.c.u.k



sometimes a question more powerfull than answer

sesuatu


Seperti diantara air yang mengalir, diriku sekarang kusematkan. Memposisikan diri sebagai "sesuatu" yang dengan pasrahnya mengikuti aliran air, tak seperti ikan. Aku berpikir dan digelayuti ragu yang dengan merdunya berduet dengan kepasrahan atau apapun itu. Rencana yang begitu hebatnya dengan tulisan sakti bisa lebur. Memulai dari nol lagi, ketika dimana aku harus mengenalkan diri dihadapan satu persatu pemegang status quo dalam sebuah tempat. belajar satu hal baru yang sebenarnya lama, mengurai cerita dan sejenak menghirup kebebasan dari sebuah rasa bosan. Sesuatu yang baru , dengan terpaksa menyuntikkan semangat untuk menjelajah dan mencoba memahami deret demi deret aturan yang berkesinambungan. mencoba mengakrabi suasana rapat yang kurasa sebagai battle field bagi seorang birokrat yang kebetulan di labeli terpilih. Mendengar dengan kuping dan mengamati para birokrat yang terpilih itu mencoba mengelabui sekat-sekat ketidak pahaman atau cuman berlagak?. Aku tak tahu yang jelas dengan itu aku bisa tahu rasa snack seharga maksimal SBU itu dengan status sebagai undangan. Sekarang pasrah mungkin kata yang tepat untuk di sematkan ke dalahdiriku. Aku tak percaya lagi dengan buaian dan kicauan yang seolah-seolah mendekatkan kepada rencana besar yang aku buat. Mungkin rencana besarmu masih menjadi bagian dari rencana orang lain, dan jika tidak ingin menjadi bagian dari rencana orang lain, bikin rencana sendiri (quote dari kang rangga umara - pemilik pecel lela). Dalam galau dewasa, galau yang tak memikirkan apa itu kesenangan sesaat atau malah galau tingkat dewa. dimana terlukiskan dalam sebuah wajah, dimana beban itu tergambarkan jelas dalam setiap senyuman yang terasa kurang manisnya. ^____^. sesuatu banget dah....alhamdulillah ya syahroni banget.


sometimes a question more powerfull than answer

Saturday, November 5, 2011

Eksis


mencoba eksis w/ Set TU

Dahulu eksis bukan merupakan sebuah kebutuhan hidup,hanya sekedar untuk memberikan informasi tentang keberadaan dirinya. Berbeda dengan saat ini dimana eksis bisa dibilang sebagai kebutuhan baru. Dimana-mana baik di kota maupun di desa banyak orang yang mencoba eksis dengan instrument seadanya ,apalagi setelah fesbuk dan bolokurowonya mulai menjelajah dan mengekspansi ke masyarakat tingkat pedasaan dan daerah terpencil mengalahkan program pemerintah yang ditujukan untuk masyarakatnya. Jika dalam klasifikasi kebutuhan dalam ilmu ekonomi menurut pakar ekonomi jaman dahulu, sekarang baiknya direvisi karena dalam klasifikasi kebutuhan tersebut perlu ditambahkan kebutuhan akan ke-eksis-an. bahkan bisa juga mengalahkan kebutuhan pokok masyarakat sekarang. Jika YBS penginnya eksis habis mereka lebih rela menahan lapar asal bisa beli pulsa ataupun bisa sewa untuk ke warnet buat update status dan megabarkan kalo keberadaan mereka serta selalu update. Kebutuhan yang satu ini memang sifatnya unik, dan cukup membolak-balikkan pemikiran kita. bagaimanapun rasa lapar yang yang dirasa bisa terlupakan dengan adanya ke-eksisan diri. kalo bagi saya mending beli nasi buat menuhin rasa lapar itu daripada berlapar-lapar ria buat sekedar eksis. so bagaimana biar bisa eksis yang positif, bukan hanya mengumbar keluh kesah, pamer ibadah, pamer makan di tempat mewah dan sebagainya?. berikut tips yang saya himpun dari internet dari pertanyaan bagaimana caranya biar kita tetap eksis ?
  1. Tingkatkan kemampuan, tutupi kelemahan dan berusaha untuk mengatasi kelemahan,  tetap memberi yang terbaik pada apa yg sedang kita kerjakan. Tidak mudah putus asa dan pantang menyerah. Tetap jalani dan lakukan yang terbaik.
  2. Menyadari bahwa segala hal yang kita lalui, hadapi, dan yang akan datang merupakan scenario yang ditetapkan oleh sang pencipta, jangan mudah menyerah ,dibalik kesusahan pasti ada makna yang baik buat kita.
  3. bikin karya yang bermanfaat, bisa berupa barang, karya satra, atau bahkan ide sekalipun. dan poin utamanya adalah berbagi apa yang menjadi karya kita, bisa dari facebook, twitter, blog, dll.
  4. ciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi dunia. Up to date

 kalo saya sih setuju yang Nomor 4, create somthing that meaningfull and usefull for human being and stay up to date and how about you?


sometimes a question more powerfull than answer